Juli 2026 Indonesia Setop Impor Solar Beralih Gunakan B50

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 20 April 2026 | 09:37 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai ratas. (Foto/BPMI Setpres)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai ratas. (Foto/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com -  Indonesia akan menghentikan impor solar 1 Juli 2026. Penghentian ini dilakukan seiring penerapan biodiesel 50% (B50) berbasis sawit.

Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menyatakan hal tersebut dan beralih menggunakan B50.

"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk," terangnya, kemarin.

Menurutunya langkah itu menjadi bagian upaya pemerintah menguatkan kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif.

Komoditas sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

"Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," terangnya. 

Selain itu, pemerintah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) untuk pengembangan bensin berbasis sawit dalam skala kecil sebelum diperluas menjadi industri besar.

"Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah," tuturnya.

Amran yang juga meninjau sejumlah inovasi teknologi karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, salah satunya traktor listrik yang dinilai lebih hemat dan efisien, ia  memesan 10 unit untuk uji coba karena tidak menggunakan bahan bakar solar, melainkan energi listrik.

"Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat," ucapnya.

Amran hadir di Surabaya untuk memberikan pidato kunci (keynote speech) pada wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Grha ITS. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: