Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 21 April 2026 | 20:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan ekonomi nasional, dampak dinamika global, serta strategi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kondisi ekonomi dalam negeri saat ini masih terjaga, tetapi pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi terhadap risiko global.

“Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global," kata Teddy dalam keterangannya.

"Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” tambahnya.

Menurut Teddy, Luhut juga menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas fiskal.

“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” ujar Teddy.

Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan pemerintah adalah uji coba digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi sebelum diperluas ke daerah lain.

“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” ucap Teddy.

Selain itu, pemerintah menyiapkan langkah untuk menarik investasi baru, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: