Tesla Klaim Pendapatan Kuartal I 2026 Meningkat, Fitur FSD Jadi Pendongkrak Penjualan Mobil
BeritaNasional.com - Raksasa kendaraan listrik (EV) Tesla mengawali tahun 2026 dengan catatan keuangan positif. Perusahaan milik Elon Musk ini berhasil membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih secara tahunan (year-on-year).
Hal tersebut didorong oleh kuatnya bisnis layanan serta lonjakan langganan fitur Full Self-Driving (FSD).
Dalam laporan keuangan Kuartal I 2026 yang dirilis Rabu (22/4/2026) waktu setempat, Tesla mencatat pendapatan sebesar USD22,38 miliar, melonjak 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kabar mengejutkan datang dari arus kas bebas yang mencapai USD1,44 miliar, dua kali lipat lebih tinggi dari prediksi analis yang sebelumnya memperkirakan Tesla akan lebih banyak membakar uang.
Langganan FSD Jadi Penyelamat
Di tengah lesunya pasar kendaraan listrik global, Tesla terbantu oleh lini bisnis jasanya. Pengguna aktif fitur bantuan pengemudi Full Self-Driving (Supervised) kini menembus angka 1,28 juta unit, tumbuh pesat 51% dibandingkan tahun lalu. Selain itu, harga jual rata-rata kendaraan yang lebih tinggi juga turut menyumbang stabilitas pendapatan perusahaan.
Meski demikian, data pengiriman unit masih menjadi tantangan. Tesla mengirimkan 358.023 kendaraan di tiga bulan pertama tahun ini, sedikit di bawah target pasar sebesar 368.000 unit.
Hal ini menunjukkan bahwa Tesla masih berjuang menghadapi dampak dihapusnya kredit pajak federal sebesar $7.500 yang sempat memukul penjualan EV di Amerika Serikat.
Elon Musk menegaskan Tesla saat ini sedang berada dalam fase transisi. Perusahaan ini sedang berupaya mengubah identitasnya dari sekadar produsen mobil menjadi perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Beberapa poin penting dalam pengembangan masa depan Tesla antara lain Proyek Optimus. Persiapan pembangunan pabrik skala besar pertama untuk robot humanoid Optimus akan dimulai pada kuartal kedua 2026 di Fremont, California.
Selain itu, ekspansi Robotaxi. Layanan taksi tanpa pengemudi kini mulai merambah Dallas dan Houston, menyusul operasional terbatas yang sudah berjalan di Austin, Amerika Serikat (AS).
Meski mencatatkan laba bersih sebesar USD477 juta pada kuartal ini, manajemen Tesla memberikan peringatan keras bagi para investor.
Demi memuluskan transisi ke teknologi AI, Tesla berencana menggelontorkan belanja modal sebesar USD25 miliar pada tahun 2026, angka tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Direktur Keuangan Tesla, Vaibhav Taneja, memperingatkan bahwa investasi besar-besaran ini akan berdampak pada kondisi keuangan jangka pendek.
"Perusahaan kemungkinan besar akan mengalami arus kas negatif selama sisa tahun ini," ungkap Taneja.
Reaksi pasar terpantau fluktuatif; saham Tesla sempat melonjak 4 persen sesaat setelah laporan dirilis, namun kembali terkoreksi ke zona merah saat sesi konferensi pendapatan berlangsung seiring kekhawatiran investor terhadap rencana pengeluaran besar tersebut.
Sumber: TechCrunch
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
BUDAYA | 3 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






