Stok Beras Cipinang Capai 47.449 Ton, Food Station Klaim Pasokan di Jakarta Aman

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 28 April 2026 | 12:10 WIB
Warga memikul beras usai mengambil bantuan pangan gratis di Balai RW 03 Kelurahan Menteng, Jakarta, Rabu, (12/11/2025). (Berita nasional.com/Oke Atmaja)
Warga memikul beras usai mengambil bantuan pangan gratis di Balai RW 03 Kelurahan Menteng, Jakarta, Rabu, (12/11/2025). (Berita nasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan ketersediaan beras di Jakarta aman. Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mencapai 47.449 ton per 26 April 2026. 

Direktur Utama (Dirut) PT Food Station Tjipinang Jaya Dodot Tri Widodo mengatakan jumlah stok tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Berdasarkan pencatatan kami, stok beras di PIBC masih dalam level aman. Per 26 April 2026 mencapai 47.449 ton, dengan rata-rata beras yang masuk dan keluar per hari hingga 2.500 ton,” kata Dodot dalam keterangannya pada Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, Food Station juga menggencarkan program pasar murah yang digelar rutin di empat titik setiap hari untuk menjaga daya beli masyarakat.

Dalam program itu, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, antara lain beras sesuai harga eceran tertinggi (HET), minyak goreng, gula, tepung, dan telur ayam.

Dodot mengatakan stok beras untuk program pangan bersubsidi juga dalam kondisi aman karena perusahaan telah bekerja sama dengan sejumlah pemasok di daerah produsen.

“Kami memastikan stok beras untuk program pangan bersubsidi aman. Food Station telah bekerja sama dengan sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan), penggilingan, serta pelaku usaha di daerah produsen untuk memasok bahan baku beras,” tambah Dodot.

Selain itu, Food Station turut bermitra dengan Perum Bulog dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jakarta melalui berbagai jaringan distribusi.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi dan stabilisasi harga beras di Jakarta,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: