Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Mulai Datangi RS Polri
BeritaNasional.com - Keluarga korban kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur mulai berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri (RS Polri). Mereka datang untuk mencocokkan data dengan jenazah para korban yang dibawa ke fasilitas tersebut.
Berdasarkan pantauan Beritanasional.com di Pos DVI RS Polri pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, arus kedatangan keluarga terus berlanjut. Petugas menyediakan meja pendaftaran guna memfasilitasi pendataan pihak keluarga dan kerabat.
Beberapa keluarga tampak tidak mampu menahan tangis. Ada juga yang membawa barang milik korban sebagai bahan pembanding dalam proses identifikasi.
Salah satu yang hadir ialah Watasirin (69). Ia ingin memastikan apakah kerabatnya termasuk dalam daftar korban meninggal. Keponakannya tidak dapat dihubungi sejak insiden terjadi.
"Ditelpon dari adik-adik, kita, kan. Bahwa dia ini keponakan ini pulang kerja. Naik kereta," ujar Watasirin.
Watasirin telah menyerahkan sejumlah data ke pihak RS Polri. Keponakannya diketahui menggunakan kereta setiap hari untuk bekerja.
"Tadi dia KTP, sekarang dia masih minta anu ijazah kalau ada karena mau melihat sidik jari. Itu saja yang mau dikirim apa belum sekarang itu. Lagi disusulkan," ucapnya.
Peristiwa bermula saat sebuah taksi tertemper KRL sehingga membuat rangkaian KRL di Stasiun Bekasi berhenti. Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek datang dari belakang dan menabrak.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
RS Polri sendiri telah menerima 10 kantong jenazah dan proses identifikasi masih berlangsung hingga saat ini.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







