Menhub Minta Dirjen Temui Operator Taksi ‘Hijau’ Usai Kecelakaan Bekasi Timur

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 28 April 2026 | 12:35 WIB
Taksi listrik Green SM yang tertemper di Stasiun Bekasi Timur. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Taksi listrik Green SM yang tertemper di Stasiun Bekasi Timur. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk menemui pengelola taksi listrik ‘hijau’ atau Green SM Indonesia imbas kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur.

Pertemuan itu ditujukan kepada perusahaan taksi listrik Green SM untuk melakukan evaluasi. Setelah, kecelakaan kereta diawali dengan mobil taksi listrik yang mogok di perlintasan kereta hingga tertemper KRL rute Cikarang-Jakarta. 

“Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi,” kata Dudy kepada wartawan di stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Dudy berharap pertemuan itu bisa segera dilakukan dengan pengelola taksi listrik. Karena, keterangan pengelola diperlukan dalam rangka evaluasi guna mencegah kecelakaan terulang kembali.

“Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya,” ucapnya.

Sedangkan terkait dengan penyebab kecelakaan, Dudy menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Nanti kita tunggu. Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT,” tegasnya.

Sebelumnya, dari informasi dihimpun kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta-Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau' mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau' yang mogok. Tiba-tiba dari arah belakang, melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, total 14 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara 84 korban luka lainnya telah berhasil dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, Operasi SAR Gabungan pun dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek pun telah berhasil dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari stasiun Bekasi Timur.

 

 

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: