Menhub Beberkan Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap, kerumunan warga menjadi penyebab KRL yang baru keluar di Stasiun Bekasi Timur, tiba-tiba berhenti. Kemudian, KRL tersebut tertabrak KA Argo Bromo Anggrek pada kecelakaan Stasiun Bekasi Timur, 27 April 2026 lalu.
Dudy menjelaskan, kerumunan warga muncul setelah mobil taksi mogok di perlintasan sebidang dan tertemper KRL Cikarang-Bekasi. Insiden taksi tertemper ini menjadi awal mula kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," ujar Dudy menjelaskan kronologis kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dudy menjabarkan, KRL Commuter Line relasi Jakarta-Cikarang itu sudah mengalami keterlambatan. Sebelum tiba di Stasiun Bekasi Timur pada 20.49 WIB. Kereta sempat berangkat dari stasiun, namun berhenti melihat kerumunan warga.
"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," jelas Dudy.
Kemudian KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pada 20.51 WIB atau lebih cepat tiga menit dari jadwal dengan kecepatan 108 kilometer per jam.
"Tumburan terjadi pada jam 20.52," kata Dudy.
Ia menjelaskan, rangkaian kejadian bermula saat KRL tiba lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB.
Kemudian KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dengan kondisi terlambat lima menit dan diberangkatkan kembali pukul 20.37 WIB. KA Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.39 WIB.
Setelah itu, ada taksi mogok di tengah rel perlintasan sebidang. Pukul 20.47 WIB, KRL relasi Cikarang-Jakarta melintas dan tertemper dengan taksi tersebut. Insiden tersebut menciptakan kerumunan warga di perlintasan sebidang.
Sementara KRL dari Stasiun Bekasi yang telah terlambat delapan menit diberangkatkan pada pukul 20.45 WIB dan tiba di Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB dengan keterlambatan sembilan menit.
Kementerian Perhubungan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
"Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan," kata Dudy.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu







