Menhub: Jembatan Donat Dukuh Atas Integrasikan 6 Moda Transportasi Jakarta

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:31 WIB
Aktivitas warga di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (21/5/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Aktivitas warga di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (21/5/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) di Stasiun Sudirman, Jakarta, yang sementara dikenal sebagai "Jembatan Donat Dukuh Atas", akan mengintegrasikan enam moda transportasi guna memperkuat konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat di ibu kota.

"Nanti, di TOD tersebut kita akan melihat konektivitas transportasi Jakarta enam moda," ujar Dudy dilansir dari Antara, Sabtu (27/6/2026).

Dudy menjelaskan enam layanan transportasi yang akan terhubung di kawasan tersebut meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, serta Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Integrasi itu diharapkan menjadikan TOD Stasiun Sudirman sebagai simpul transportasi utama yang memudahkan perpindahan penumpang antarmoda.

Menurut dia, pembangunan Jembatan Donat ditargetkan selesai pada 2028 dan seluruh proses pelaksanaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda).

"Yang donat itu diharapkan bisa selesai di 2028. Dan itu sepenuhnya akan dikerjakan oleh pemda (Pemprov Jakarta) melalui MRT," jelas Menhub.

Ia mengatakan kawasan berorientasi transit tersebut dirancang sebagai pusat konektivitas yang menghubungkan berbagai layanan angkutan massal, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien.

Dudy menuturkan konsep itu sementara disebut Jembatan Donat karena bentuk rancangan dan fungsinya sebagai penghubung antarmoda. Namun, hingga kini nama resmi kawasan tersebut masih dalam tahap persiapan.

"Jadi ada enam, semuanya sih kereta, tapi diharapkan bahwa Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas lagi. Kita belum kasih nama, sementara kita bilang 'Jembatan Donat'," jelasnya.

Keberadaan kawasan TOD itu diharapkan menjadi pusat konektivitas baru yang menghubungkan seluruh jaringan perkeretaapian dan transportasi umum di Jakarta. Melalui integrasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan saat berpindah moda transportasi karena seluruh layanan dirancang saling terhubung dalam satu kawasan terpadu.

Pemerintah juga berharap pengembangan kawasan tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum karena akses antarmoda menjadi lebih mudah, waktu perjalanan lebih singkat, dan pelayanan kepada penumpang semakin meningkat.

"TOD Donat atau hub Donat yang akan menghubungkan semua wilayah, semua kereta api kita di wilayah Jakarta ini, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan dengan mudah," kata Dudy.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: