Sindir Orang Ingin Kabur dari Indonesia, Prabowo: Kabur Aja, Tidak Gaduh
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menyinggung gerakan Indonesia Gelap dan gerakan #KaburAjaDulu. Prabowo mempersilahkan, orang-orang tersebut keluar dari Indonesia.
Ia menyebut saat ini Indonesia justru menjadi salah satu negara paling aman di dunia.
"Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap, matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang! Ada yang mau kabur? Ada yang mau kabur, kabur saja! Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan! Mau kabur ke mana?" ujar Prabowo saat saat Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
"Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah! Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang," tegasnya.
Prabowo tidak masalah jika ada orang-orang ingin keluar dari Indonesia karena akan mengurangi kegaduhan. Menurutnya, banyak orang-orang masih masih ingin bekerja untuk bangsa.
"Kabur aja deh. Iya kabur saja biar kita nggak gaduh. Saudara-saudara, apa pun terjadi, kita hanya mau kerja untuk rakyat. Jadi saya ke sini untuk menghargai pekerjaan kalian," katanya.
Prabowo mengatakan, saat ini proyek hilirsasi sudah ada 26 titik. Lebih lanjut, bakal ada 30-40 proyek besar di Indonesia.
"Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 koperasi Merah Putih, kemungkinan dua-tiga minggu lagi. Sesudah itu dua-tiga bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25.000 koperasi. Koperasi bukan di atas kertas, koperasi fisik! Ada gudang, ada cold storage pendingin, ada gerai-gerai, ada kendaraan. Banyak yang nanti akan punya pengering," ujar Prabowo.
"Coba dibukalah dalam sejarah, saya minta buka dalam sejarah dunia, ada nggak 25.000 atau 30.000 koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun?" sambungnya.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu





