Menhub Sebut Pendanaan Proyek DDT Bekasi–Cikarang Tak Seluruhnya Bergantung APBN

Oleh: Panji Septo R
Rabu, 29 April 2026 | 14:25 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi (kiri) saat memberikan keterangan pers bersama Dirut KAI Bobby Rasyidin. (Foto/Ist)
Menhub Dudy Purwagandhi (kiri) saat memberikan keterangan pers bersama Dirut KAI Bobby Rasyidin. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pendanaan pembangunan jalur double-double track (DDT) Bekasi–Cikarang tidak sepenuhnya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Menurut dia, sebagian pembiayaan akan menggunakan skema investasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Untuk pembangunan proyek double-double track (DDT) kami akan menyesuaikan tentunya dengan PT KAI," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2025).

"Ada yang menjadi investasi dari PT KAI dan juga ada yang menjadi bagian dari program pemerintah,” tambahnya.

Ia menambahkan Kementerian Perhubungan ke depan mengalihkan pengelolaan seluruh prasarana perkeretaapian kepada PT KAI.

“Ke depan, dapat saya sampaikan kepada teman-teman bahwa Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan prasarana kepada PT KAI. Sehingga Kementerian Perhubungan hanya menjadi regulator,” kata Dudy.

Menurut dia, perubahan itu akan memengaruhi pola atau perencanaan dari PT KAI, termasuk di antaranya pembangunan double-double track tersebut. 

"Jadi, ini akan kita sesuaikan lagi dengan kondisi yang terbaru bahwa prasarana akan diserahkan seluruhnya kepada PT KAI," katanya.

Sebagai informasi, prioritas percepatan proyek DDT Bekasi–Cikarang muncul setelah kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Dudy menyebut langkah itu sebagai bagian dari evaluasi atas insiden tersebut. Ia menilai pengembangan DDT lintas Bekasi–Cikarang diproyeksikan terintegrasi dengan program elektrifikasi sampai Cikampek guna meningkatkan mutu layanan kereta, terutama KRL.

“Berkaitan dengan elektrifikasi. Itu sudah merupakan bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan KAI, khususnya yang KRL,” kata Dudy.

Saat ini, jalur DDT yang beroperasi baru mencakup segmen Jatinegara–Bekasi, tempat pemisahan jalur KRL dan kereta jarak jauh sudah berjalan.

Proyek DDT sendiri dirancang menghubungkan Stasiun Manggarai hingga Cikarang dengan pembangunan yang masih berlangsung pada segmen Manggarai–Jatinegara, termasuk lanjutan pengembangan Manggarai Ultimate.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: