Man City Perkasa, Arsenal Tertekan: Siapa Juara Premier League Musim Ini?

Oleh: Harits Tryan
Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:20 WIB
Para penggawa Man City berselebrasi merayakan gol ke gawang Liverpool. (Foto/Dokumentasi Man City)
Para penggawa Man City berselebrasi merayakan gol ke gawang Liverpool. (Foto/Dokumentasi Man City)

BeritaNasional.com - Persaingan gelar Liga Premier Inggris musim ini memasuki fase krusial dengan Manchester City dan Arsenal saling kejar di puncak klasemen.

City tampil dalam performa terbaik dan dianggap memiliki momentum kuat untuk kembali merebut gelar. Tim asuhan Pep Guardiola bahkan terlihat santai menghadapi tekanan akhir musim, dengan memberikan waktu istirahat empat hari kepada para pemainnya. Guardiola menilai kebugaran mental dan fisik lebih penting dibandingkan sesi latihan tambahan di fase penentuan.

Meski demikian, peluang Arsenal belum sepenuhnya tertutup. Tim besutan Mikel Arteta masih berambisi mengakhiri penantian panjang gelar liga sejak era “Invincibles” bersama Arsène Wenger. Arteta pun menyerukan pesan “tanpa rasa takut, lebih banyak semangat” kepada para pemainnya untuk mengatasi tekanan mental yang kerap menghambat langkah mereka.

Arsenal sempat menyia-nyiakan peluang memperlebar jarak poin saat kalah 1-2 dari AFC Bournemouth pada 11 April. Kekalahan itu membuka jalan bagi City untuk kembali masuk dalam perburuan gelar setelah memenangi laga-laga penting.

Di sisi lain, jadwal padat menjadi tantangan bagi Arsenal yang masih berlaga di semifinal Liga Champions UEFA melawan Atlético Madrid asuhan Diego Simeone. Kondisi ini berbeda dengan City yang mendapat waktu istirahat lebih panjang.

Pada laga terdekat, Arsenal berpeluang unggul enam poin jika mampu mengalahkan Fulham. Namun, City masih memiliki dua pertandingan tunda yang dapat mengubah peta persaingan. Kembalinya Bukayo Saka menjadi kabar baik bagi Arsenal, meski sejumlah pemain seperti Declan Rice mulai menunjukkan tanda kelelahan.

Sementara itu, City menunjukkan konsistensi tinggi, terutama di lini belakang setelah memasangkan Marc Guéhi dan Abdukodir Khusanov. Dalam enam kemenangan beruntun, mereka hanya kebobolan dua gol. Lini serang City juga semakin tajam berkat kontribusi Jérémy Doku dan Rayan Cherki.

Meski di atas kertas City lebih diunggulkan, jadwal padat tetap menjadi tantangan. Mereka harus menjalani tiga pertandingan dalam tujuh hari, termasuk final Piala FA melawan Chelsea serta laga melawan Crystal Palace dan Bournemouth.

Arsenal sendiri akan menghadapi jadwal yang relatif lebih ringan di akhir musim, termasuk melawan Burnley yang sudah terdegradasi dan laga tandang ke markas Crystal Palace.

Persaingan juga bisa ditentukan oleh selisih gol yang saat ini sangat ketat, meski City sedikit unggul dalam produktivitas. Dengan sejumlah pertandingan sulit tersisa bagi kedua tim, hasil akhir masih sulit diprediksi.

City memang tampil lebih stabil dan tajam, namun peluang kejutan tetap terbuka. Seperti ungkapan komentator legendaris Brian Moore, dalam sepak bola “segalanya masih bisa terjadi.”

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: