Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat, Pemerintah Sebut Lebih Tinggi dari AS hingga China

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:19 WIB
residen Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
residen Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan kondisi perekonomian nasional yang menunjukkan kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2026 merupakan salah satu yang tertinggi di negara G20. 

“Jadi kita di atas Cina, di atas Singapura, Korea Selatan, Arab, bahkan Amerika. Dan pertumbuhan ini di atas daripada ekspektasi dari berbagai lembaga yang biasanya mereka rata-rata di angka 5,2,” kata Airlangga.

Airlangga berujar, pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang signifikan dan kinerja positif ekspor dan impor. Berbagai sektor lapangan usaha juga tercatat mengalami pertumbuhan yang baik.

“Dari segi ekspor dan impor juga positif. Dari segi lapangan usaha, sektor industri, sektor perdagangan, sektor administrasi pemerintahan, jasa lainnya, dan juga transportasi pergudangan, pertanian dan konstruksi juga berjalan dengan baik,” ujar Airlangga.

Sementara itu, indikator makroekonomi juga mencatat bahwa inflasi berhasil ditekan, kepercayaan konsumen tinggi, serta neraca perdagangan surplus.

“Kalau secara indikator makro, ini inflasi juga berhasil ditekan di 2,42 persen, turun dari 3,48 persen di periode yang lalu, di bulan Maret," ucap Airlangga. 

"Kemudian credit growth di 9,49 persen, dana pihak ketiga berarti trust dari masyarakat tinggi 13,55 persen,” tambah dia menandasi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: