Iran Ajukan Syarat Damai ke AS, Minta Cabut Blokade hingga Jaminan Keamanan
BeritaNasional.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Teheran dikabarkan telah mengajukan draf proposal terbaru guna mengakhiri konflik yang kian memanas.
Melalui kantor berita semi-resmi Tasnim, Iran menuntut penghentian segera seluruh aktivitas militer di semua lini.
Berdasarkan sumber yang dihimpun, proposal tersebut membawa misi utama untuk mengamankan kedaulatan Iran. Poin-poin krusial yang diajukan meliputi:
- Gencatan Senjata Total: Penghentian segera konflik bersenjata di semua lini pertempuran.
- Jaminan Non-Agresi: Komitmen tertulis agar tidak ada lagi serangan atau "agresi" terhadap wilayah Iran di masa depan.
- Pencabutan Sanksi & Blokade: Menuntut Amerika Serikat mengakhiri sanksi ekonomi serta mencabut blokade angkatan laut yang mencekik jalur logistik.
Deadline 30 Hari dan Pembebasan Aset
Tidak hanya sekadar gencatan senjata, Iran juga mematok tenggat waktu yang ketat. Teheran memberikan durasi 30 hari bagi Washington untuk mencabut sanksi terhadap penjualan minyak Iran.
Selain itu, draf tersebut mensyaratkan pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh AS segera setelah kesepakatan awal tercapai.
Rekam Jejak Konflik yang Berdarah
Upaya diplomasi ini muncul menyusul eskalasi luar biasa yang terjadi pada awal tahun. Diketahui, serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi dan warga sipil.
Iran membalas serangan tersebut dengan menghujani kepentingan AS dan Israel menggunakan rudal serta drone, sekaligus memperketat kontrol di Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata sempat disepakati pada 8 April dan pertemuan dilakukan di Islamabad, Pakistan, namun hingga kini kesepakatan permanen belum juga menemui titik terang.
Respons Keras Donald Trump
Upaya negosiasi terbaru ini tampaknya akan menemui jalan terjal. Meski Iran melalui kantor berita IRNA menyatakan telah mengirimkan respons mereka melalui mediator di Pakistan, tanggapan dari pihak Gedung Putih justru bernada negatif.
Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahan di media sosial Truth pada Minggu malam, menyatakan bahwa usulan dari Iran tersebut sama sekali tidak bisa diterima.
"Tanggapan tersebut sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump.
Hingga saat ini, publik masih menanti apakah ada ruang negosiasi lanjutan atau justru kawasan Timur Tengah akan kembali terperosok dalam ketegangan militer yang lebih dalam.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







