Presiden Prabowo Akui Tantangan Berat Satgas PKH Banyak Tidak Disukai Bandit-Perampok

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Kejagung, Rabu (13/5/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)
Presiden Prabowo Subianto di Kejagung, Rabu (13/5/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui tantangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) saat ini sangatlah berat, karena capaian berhasil menyelamatkan kekayaan negara membuang para bandit-perampok tidak suka.

Pengakuan itu disampaikan Prabowo saat menyaksikan penyerahan uang Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dari hasil penertiban atas kekayaan alam sebesar Rp10,27 triliun untuk masuk ke kas negara.

“Saya paham Satgas PKH bukan satgas yang sekarang disukai, banyak yang tidak suka sama kalian. Ya itu, bandit-bandit perampok itu gak suka sama kalian. Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat, tergantung kamu,” kata Prabowo saat pidato di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Namun demikian, Prabowo meyakini jika Satgas PKH sampai saat ini tetap teguh untuk menjaga kekayaan alam İndonesia. Dengan capaian total empat kali penyerahan uang hasil penertiban kawasan hutan untuk masuk ke kas negara.

“Tapi saya lihat prestasi kalian, empat kali saya diundang atas nama rakyat sodara menyetor. Padahal ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan, perjuangan masih susah, masih ratusan triliun masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan,” ujarnya.

Untuk itu, Prabowo menegaskan, hasil kerja Satgas PKH bukan hanya untuk mencapai popularitas, melainkan demi menyelamatkan kekayaan negara untuk mensejahterakan rakyat.

“Ini bukan masalah mau tidak mau, bukan masalah kita cari popularitas bukan, ini bukan pemerintah Prabowo sok populis tidak. Ini adalah masalah survival, 287 juta rakyat Indonesia, tidak mungkin hidup baik hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari tiap Minggu tiap bulan,” tegasnya.

Salah satu rencana dari penyerahan uang hasil Satgas PKH ke Kas Negara kali ini dicanangkan untuk memperbaiki 10 ribu puskesmas yang sejak jaman Presiden ke-2 Soeharto belum mendapat peremajaan.

“Saya baru berkeliling ke daerah terpencil, dapat laporan dari Menteri Kesehatan kita punya 10.000 puskesmas sejak jamannya pak Harto 30 tahun puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki,” ungkap Prabowo.

Melalui laporan itu, Prabowo menyatakan dari hasil penyerahan uang dari Satgas PKH ini setidaknya bisa memperbaiki sebanyak 5.000 puskesmas dengan hitungan satu puskesmas menelan biaya Rp2 miliar.

“Kau butuh uang berapa 10 ribu untuk diperbaiki, kira kira satu puskesmas Rp2 miliar. Jadi kita butuh kurleb Rp20 triliun. Saudara-saudara hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas Rp10 triliun,” ujar Prabowo.

Catatan Satgas PKH

Berdasarkan catatan, kegiatan penyerahan tumpukan uang dari Kejagung melalui Satgas PKH terhitung telah berlangsung sebanyak empat kali. Pertama uang Rp6,625 triliun tersusun hampir setinggi 1,5 meter pada Rabu (24/12/2025).

Dilanjutkan penyerahan uang senilai Rp13,25 triliun hasil sitaan perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (20/10/2025).

Kegiatan ketiga, Satgas PKH ke kas negara sebesar Rp11.420.104.815.858. Seluruh uang itu merupakan hasil dari denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.

Yang terbaru, pada Rabu (13/5/2026), Satgas PKH menyerahkan uang sebesar Rp10,27 triliun untuk kas negara. Seluruh rangkaian penyerahan uang dari hasil kerja Satgas PKH selalu dihadiri Presiden Prabowo Subianto.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: