Inter Milan Sabet Gelar Ganda Pertama sejak Era Mourinho, Para Pemain Sanjung Cristian Chivu
BeritaNasional.com - Inter Milan resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa baru sepak bola Italia musim 2024-25. Setelah menyegel gelar Scudetto, Nerazzurri melengkapinya dengan trofi Coppa Italia usai membungkam Lazio 2-0 di Stadio Olimpico pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi klub, karena untuk pertama kalinya sejak era legendaris Jose Mourinho, Inter kembali berhasil mengawinkan dua gelar domestik dalam satu musim.
Gol bunuh diri Adam Marusic dan penyelesaian klinis Lautaro Martinez di babak pertama menjadi pembeda dalam laga puncak tersebut.
Kemenangan ini juga menandai trofi Coppa Italia ke-10 bagi Inter, membuat mereka hanya tertinggal dari Juventus yang mengoleksi 15 gelar.
Transformasi Luar Biasa di Tangan Cristian Chivu
Keberhasilan ini terasa spesial mengingat Inter sempat diprediksi akan terpuruk secara psikologis setelah akhir musim lalu yang menyakitkan di bawah asuhan Simone Inzaghi, kehilangan gelar liga di pekan terakhir dan dihajar PSG 5-0 di final Liga Champions.
Namun, di tangan Cristian Chivu yang menjalani musim penuh pertamanya sebagai pelatih kepala, Inter justru tampil lebih solid dan haus gelar. Para pemain tak segan memberikan pujian setinggi langit untuk sang nakhoda.
“Kami memberikan nilai 10 dari 10 untuk Chivu karena dia sangat membantu kami. Musim ini sungguh luar biasa, kami menunjukkan intensitas tinggi dan saya bangga bisa menutupnya dengan trofi lain,” ujar kapten Lautaro Martinez.
Mentalitas Pemenang dan Kekompakan Skuad
Marcus Thuram dan pemain baru Luis Henrique juga senada. Mereka mengakui bahwa kekuatan utama Inter musim ini terletak pada persatuan kelompok yang istimewa.
Luis Henrique bahkan mengaku tak menyangka bisa langsung mencicipi dua trofi sekaligus di musim debutnya.
"Pelatih memberi saya kepercayaan diri yang besar. Sejak tiba, saya tahu tim ini sangat kuat dan masih bisa berkembang lebih jauh lagi tahun depan," tuturnya.
Sementara itu, bek Yann Bisseck menyoroti dampak psikologis yang diberikan Chivu. Menurutnya, rasa aman dari pelatih membuat performa pemain di lapangan menjadi lebih lepas.
"Kepercayaan dari pelatih sangat penting. Bersamanya, saya tahu meskipun saya melakukan kesalahan, saya tetap punya kesempatan di laga berikutnya. Itu sangat berarti," kata Bisseck.
Pembuktian Piotr Zielinski dan Harapan Masa Depan
Bagi Piotr Zielinski, musim ini adalah pembuktian atas kemampuannya yang sempat diragukan. Ia menyebut gelar ganda ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen klub, mulai dari staf medis hingga dukungan tanpa henti dari para penggemar.
Gelandang muda Petar Sucic menutup reaksi kemenangan dengan menyebut Chivu sebagai sosok yang bisa diajak bicara layaknya sahabat.
"Dia orang yang baik, Anda bisa bicara soal kehidupan pribadi dengannya. Musim lalu memang sulit, tapi kami memulai musim baru dengan ambisi baru. Kami memenangkan dua trofi, dan musim depan kami menargetkan lebih banyak lagi," tandas Sucic.
Dengan skuat yang harmonis dan kepemimpinan Chivu yang semakin matang, Inter Milan tampaknya siap memulai dinasti baru di sepak bola Italia dan Eropa musim depan.
Sumber: Football Italia
PERISTIWA | 16 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







