Prabowo Prihatin Marsinah Dibunuh karena Perjuangkan Buruh

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:57 WIB
Presiden Prabowo ke Museum Marsinah (Foto/Setpres)
Presiden Prabowo ke Museum Marsinah (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bangsa Indonesia didirikan berdasarkan Pancasila yang mengedepankan kekeluargaan untuk melindungi rakyat kecil, termasuk kaum buruh. 

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026).

Menurut Prabowo, kasus kematian Marsinah tidak seharusnya terjadi di negara yang berdiri di atas prinsip keadilan sosial.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” kata Prabowo.

Presiden berujar, para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman. 

Ia menyinggung amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan asas kekeluargaan dalam perekonomian nasional.

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden juga mengaku melihat langsung kondisi kamar Marsinah yang dipertahankan sebagai pengingat perjuangannya.

“Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” ucap Presiden.

Kepala Negara kemudian mengajak seluruh pelaku usaha membangun semangat 'Indonesia Incorporated' agar kekayaan bangsa dapat dinikmati secara adil oleh seluruh rakyat.

“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: