14 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan untuk Pengamanan Harkitnas 2026

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 20 Mei 2026 | 08:23 WIB
Ilustrasi 14 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan untuk Pengamanan Harkitnas 2026 (Foto/Istimewa)
Ilustrasi 14 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan untuk Pengamanan Harkitnas 2026 (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk mengawal beberapa aksi unjuk rasa atau demonstrasi pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Rabu (20/5/2026).

Total ada 14.237 personel dari unsur Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemprov Jakarta untuk memberikan pelayanan sekaligus pengamanan di sejumlah titik yang diprediksi menjadi pusat konsentrasi massa.

“Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mempersiapkan kegiatan masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum, termasuk terkait situasi arus lalu lintas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keteranganya.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan antara lain kawasan DPR/MPR RI, Monas sisi Silang Selatan, Kejaksaan Agung RI, Gedung Pelni, Bawaslu RI hingga Tugu Proklamasi.

Adapun rincian petugas, jumlah terbesar berasal dari kepolisian yang mencapai 12.263 personel. Disusul 500 personel TNI, 74 personel pemerintah daerah, 400 personel pengamanan dalam DPR/MPR RI, serta 1.000 personel Sabuk Kamtibmas dan Potmas.

“Kehadiran personel di lapangan untuk memberikan rasa aman dan kelancaran dalam penyampaian aspirasi oleh saudara-saudara kita dari beberapa elemen masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Ibu Kota selama aksi berlangsung. Dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat karena merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta saling menghormati dengan petugas TNI-Polri di lapangan,” tutur Budi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: