Harga PS5 Naik, Sony Digugat Konsumen
BeritaNasional.com - Lantaran kenaikan harga PlayStastion 5, Sony Interactive Entertainment menghadapi gugatan class-action baru di Amerika Serikat (AS). Gugatan tersebut berpendapat bahwa Sony menaikkan harga dengan alasan biaya terkait impor, tetapi mungkin terus mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga tersebut bahkan setelah tarif itu sendiri kemudian dicabut.
Melansir Gizmochina pada Rabu (20/5/2026), gugatan yang diajukan di California pada awal Mei ini menyoroti perubahan harga PS5 yang dilakukan pada Agustus 2025. Pada saat itu, Sony beralasan bahwa kenaikan itu dilakukan akibat kondisi ekonomi yang menantang, yang mencakup tarif dagang Trump bersamaan dengan tekanan rantai pasokan yang lebih luas, serta adanya kenaikan biaya komponen.
Situasi ini pun menjadi lebih rumit setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif Trump tersebut melanggar hukum pada awal 2026 ini. Keputusan tersebut berpotensi membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan kembali sebagian uang tarif melalui pengembalian dana dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
Penggugat menilai, hal itu menimbulkan masalah. Gugatan tersebut mengklaim bahwa konsumen mungkin telah membayar harga PS5 yang lebih tinggi karena tarif, sementara perusahaan masih dapat mengklaim kembali sebagian dari biaya yang sama setelahnya. Sederhananya, para kritikus berpendapat bahwa perusahaan mungkin telah membebankan biaya yang ditimbulkan dari tekanan ekonomi tersebut kepada pembeli, tapi juga berupaya mendapatkan penggantian biaya di kemudian hari.
Gugatan tersebut secara khusus menuduh Sony mengambil keuntungan secara tidak adil dari situasi tersebut, meskipun penting untuk dicatat bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa perusahaan tersebut sengaja melakukan kesalahan.
Sony juga tidak pernah mengatakan bahwa tarif adalah satu-satunya alasan di balik kenaikan harga. Seperti kebanyakan produsen elektronik pada saat itu, perusahaan tersebut juga menghadapi biaya logistik yang lebih tinggi, kekurangan komponen, fluktuasi mata uang, dan inflasi umum di seluruh rantai pasokan.
Gugatan ini bertujuan untuk mendapatkan pengembalian dana bagi konsumen yang membeli konsol PlayStation selama periode penetapan harga yang terdampak.
Tak hanya Sony, keluhan hukum serupa dilaporkan telah menargetkan perusahaan-perusahaan besar lainnya, termasuk Nintendo, Amazon, Nike, dan Adidas, seiring meningkatnya tekanan kepada perusahaan-perusahaan tentang bagaimana menangani penetapan harga yang terimbas tarif Trump selama periode tersebut.
Di balik semua ini, terdapat pertanyaan yang lebih luas yang melampaui dunia game: ketika perusahaan menaikkan harga karena tekanan eksternal sementara, haruskah harga tersebut kembali turun setelah tekanan tersebut hilang?
Sony sendiri belum memberikan tanggapan publik secara detail terkait gugatan tersebut hingga saat ini. Namun, kasus ini kemungkinan akan dipantau dengan cermat, terutama oleh komunitas game yang sudah frustrasi dengan kenaikan harga konsol dan game dalam beberapa tahun terakhir.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







