Penjualan PS5 Turun Drastis di 2026, Harga Mahal Jadi Penyebab

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 10 Mei 2026 | 09:00 WIB
PS5. (Foto/Dok Sony)
PS5. (Foto/Dok Sony)

BeritaNasional.com - Sony menghadapi penurunan penjualan PlayStation 5 sepanjang 2026. Kenaikan harga konsol yang terus terjadi sejak peluncuran disebut mulai memengaruhi minat pasar global.

Saat pertama dirilis pada 2020, PS5 Digital Edition dibanderol 399 dolar AS, sedangkan versi Disc Edition dijual 499 dolar AS. Namun, setelah beberapa kali penyesuaian harga, kini harga PS5 naik hingga sekitar 599 dolar AS untuk versi digital dan 649 dolar AS untuk model disc.

Kenaikan terbaru terjadi pada Maret 2026 dengan tambahan harga hampir 100 dolar AS dibanding harga awal peluncuran.

Penjualan PS5 Anjlok Lebih dari 46 Persen

Laporan keuangan terbaru Sony menunjukkan penjualan PS5 mengalami penurunan signifikan. Pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, Sony hanya menjual 1,5 juta unit PS5, turun drastis dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,8 juta unit.

Secara tahunan, penjualan PS5 juga turun dari 18 juta unit pada FY2024 menjadi 16,5 juta unit di FY2025.

Meski total penjualan global PS5 telah menyentuh 93,7 juta unit, performanya masih berada di bawah PlayStation 4 pada fase siklus penjualan yang sama.

Presiden sekaligus CEO Sony, Hiroki Totoki, menyebut kenaikan harga chip memori dan komponen menjadi penyebab utama tekanan bisnis PlayStation.

Tak hanya berdampak pada penjualan konsol, kondisi tersebut juga memengaruhi pendapatan software, layanan berlangganan PlayStation, hingga aksesori gaming.

Di sisi lain, konsumen dinilai mulai enggan membeli perangkat lama dengan harga yang justru semakin mahal. Banyak pengguna sebelumnya berharap harga PS5 turun seiring usia konsol yang sudah memasuki tahun keenam.

Meski penjualan melambat, Sony memastikan belum berencana menaikkan harga PS5 dalam waktu dekat. Perusahaan memilih mempertahankan struktur harga saat ini setelah beberapa kali melakukan penyesuaian sepanjang tahun terakhir.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: