Dishub DKI Gandeng Ojol hingga Operator Transportasi Bahas Shelter dan Penataan Parkir
BeritaNasional.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menggandeng komunitas pengemudi ojek online (ojol), operator transportasi daring, operator angkutan penumpang, hingga kepolisian untuk membahas penataan parkir dan keselamatan berkendara.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin pada Jumat (26/6/2026).
Budi mengatakan, penataan parkir dan peningkatan keselamatan berkendara membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar solusi yang dibuat tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga fungsi jalan.
“Kami ingin membangun solusi bersama. Karena itu, kami mengajak komunitas ojek online, operator transportasi daring, operator angkutan penumpang, komunitas safety driving, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari langkah terbaik," kata Budi, dikutip Sabtu (27/8/2026).
"Penataan parkir perlu diiringi dengan penyediaan alternatif yang lebih baik bagi para pengemudi sehingga ketertiban di jalan dapat terwujud tanpa mengabaikan kebutuhan mereka dalam melayani masyarakat,” tambah dia.
Sebagai tindak lanjut, Dishub DKI bersama mitra terkait akan menggelar Seminar Safety Driving yang diikuti sekitar 200 pengemudi dari berbagai operator taksi dan ojol, untuk meningkatkan pemahaman mengenai budaya berkendara yang aman, tertib, dan saling menghormati di jalan.
Selain edukasi keselamatan berkendara, Dishub DKI juga membahas penyediaan shelter bagi pengemudi ojol di kawasan gedung perkantoran.
Pemprov DKI juga mengkaji opsi relaksasi parkir bersama operator transportasi daring dan pengelola gedung untuk mendukung aktivitas naik dan turun penumpang tanpa menggunakan badan jalan.
Budi menyebut bahwa penyediaan shelter di lokasi yang dikelola Dishub terus didorong. Salah satu fasilitas yang telah tersedia berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang sebagai tempat bagi pengemudi ojol.
“Dalam waktu dekat, akan dilakukan pembahasan dengan pihak pengelola gedung juga operator ojek online dan operator angkutan penumpang. Selain itu, juga akan ada peresmian shelter ojek online, yang merupakan hasil inisiasi bersama Grab di Wisma Kosgoro dalam waktu dekat ini,” terang Budi.
Budi menegaskan, kolaborasi dengan komunitas pengemudi bukan hanya kegiatan sementara, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman.
“Kami akan terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar penataan parkir berjalan seiring dengan peningkatan keselamatan berkendara," tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi, kami berharap berbagai solusi yang disiapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang mobilitas untuk kepentingan masyarakat,” tandas Budi.
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu





