Pemprov DKI Luncurkan Jakarta Film Commission, Apa Itu?

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:40 WIB
Wagub DKI Jakarta Rano Karno dalam peluncuran Jakarta Film Commission, Jumat (26/6/2026). (BeritaNasional/Lydia)
Wagub DKI Jakarta Rano Karno dalam peluncuran Jakarta Film Commission, Jumat (26/6/2026). (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) pada Jumat (26/6/2026). JFC ini merupakan layanan terpadu satu pintu bagi industri perfilman untuk mempermudah proses produksi film di Ibu Kota.

Adapun JFC dirancang sebagai platform resmi yang menyediakan layanan one-stop film service melalui Filming in Jakarta oleh Jakarta Experience Board (JxB) di bawah PT Jakarta Tourisindo. Layanan ini mencakup fasilitasi perizinan, akses lokasi syuting, hingga koordinasi produksi film.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, kehadiran JFC bertujuan mendukung sineas dan pelaku industri film dalam menjalankan produksi di berbagai wilayah Jakarta.

"JFC nantinya adalah platform resmi untuk memfasilitasi sineas dan pegiat perfilman dalam berbagai produksi di seluruh penjuru Kota Jakarta melalui layanan terpadu untuk perizinan, akses lokasi, dan koordinasi di lapangan," kata Rano.

"Semuanya dirancang untuk mempermudah proses produksi bagi tim lokal maupun internasional," tambah dia.

Melalui JFC, Pemprov DKI menyediakan sejumlah layanan, di antaranya keringanan pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Kesenian dan Hiburan untuk tontonan film nasional sebesar 50 persen.

Selain itu, JFC juga menyediakan koordinasi perizinan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), basis data akses lokasi syuting, serta penghubung antara produser lokal maupun internasional dengan ekosistem vendor perfilman di Jakarta yang telah memenuhi standar dan sertifikasi internasional.

Untuk memperkuat ekosistem perfilman, JFC juga menyiapkan skema keanggotaan bagi sineas, rumah produksi, dan pegiat film. Keanggotaan tersebut akan memberikan manfaat eksklusif serta akses prioritas terhadap layanan JFC.

Dalam operasionalnya, layanan Filming in Jakarta akan dikelola oleh PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board (JxB) sebagai fasilitator utama yang memastikan kelancaran proyek produksi sejak tahap praproduksi hingga pascaproduksi.

Direktur Utama Jakarta Experience Board Yunn Bali Mohammad Yusuf mengatakan, pihaknya akan memastikan JFC menjadi mitra bagi para pembuat film dalam mengeksplorasi Jakarta sebagai lokasi produksi.

"Kami di JxB sangat bangga dapat mengambil peran kunci dalam mengelola Filming in Jakarta. Sebagai perpanjangan tangan Pemprov DKI Jakarta, tugas kami adalah memastikan JFC tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga menjadi sahabat dan mitra terbaik bagi para pembuat film untuk mengeksplorasi potensi Jakarta sebagai latar cerita kelas dunia," kata Yunn.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: