Prabowo: Jangan Kagum pada Bangsa yang Kaya karena Rampas Kekayaan Negara Lain

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto sampaikan Pengantar RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)
Presiden Prabowo Subianto sampaikan Pengantar RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pengalaman pahit para pendiri bangsa saat menghadapi penjajahan dan imperialisme saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan pentingnya memahami sejarah penjajahan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan kepercayaan diri dan mampu menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

“Para pendiri bangsa-bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif. Mereka merasakan penjajahan, mereka merasakan dijajah, mereka merasakan dihina, mereka merasakan diperbudak, mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignity bangsa Indonesia," kata Prabowo.

"Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, kepada budaya, kepada sejarah kita. Mereka merasakan apa artinya imperialisme itu. Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," tambah dia.

Tak hanya itu, Prabowo menyebut bahwa para pendiri bangsa itu bahkan melihat para penjajah memperkaya diri dari kekayaan Nusantara.

"Mereka melihat dan merasakan kekayaan nusantara diambil oleh penjajah-penjajah kita untuk memperkaya mereka,” ujar Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak untuk tidak kagum kepada bangsa-bangsa yang kaya akibat memperas kekayaan bangsa lain.

"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa2 lain," ucap Prabowo.

Meski demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa dirinya tidak mengajak masyarakat Indonesia membenci bangsa lain. Menurutnya, Indonesia tetap harus belajar dari negara lain, tetapi tidak melupakan sejarah sendiri.

“Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun. Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain. Tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar tapi juga kita harus belajar dari sejarah,” tegas Kepala Negara.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: