Ramai di Medsos Jakarta Rawan Begal, Polda Metro Jaya Gencarkan Patroli di Daerah Rawan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:49 WIB
Aksi begal di Jakarta terekam kamera pengawas. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Aksi begal di Jakarta terekam kamera pengawas. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com - Belakangan ini media sosial diramaikan dengan beberapa kasus begal di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hingga membuat masyarakat merasa khawatir atas maraknya aksi kejahatan jalanan tersebut.

Polda Metro Jaya pun segera mengambil langkah preventif melalui peningkatan patroli melibatkan Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kodam Jaya/Jayakarta, dan pembinaan. Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan).

“Kami sudah menjalankan dan melakukan pembinaan terhadap Siskamling dan Poskamling yang ada di wilayah Jakarta dan wilayah penyangga Jakarta. Juga kami bersama-sama dengan Kodam Jaya,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin dikutip Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, seluruh unsur saat ini telah saling bersinergi untuk melakukan patroli skala besar maupun sedang pada titik-titik rawan kejahatan dan rawan gangguan Kamtibmas guna menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“Untuk pelaksanaan patroli sasarannya tentunya berdasarkan dari hasil analisa kami terhadap daerah-daerah rawan Kamtibmas. Kemudian waktunya juga adalah waktu-waktu yang diduga menjadi waktu yang rawan terjadinya gangguan keamanan,” tuturnya.

“Kemudian untuk batasan waktunya, tentunya tidak hanya dalam waktu yang sampai dengan aman kemudian habis itu sudah, tapi akan terus berlanjut. Hanya intensitasnya mungkin yang menjadi skala prioritas berdasarkan pertimbangan hasil analisa dan evaluasi,” tambah dia.

Bahkan, Iman menyatakan jajarannya tidak segan memberikan tindakan tegas terukur bagi para pelaku kejahatan jalanan. Karena fokus utama adalah menjaga keselamatan masyarakat dan petugas yang menjalankan tugas. 

“Apabila mereka terlihat menggunakan senjata api dan akan menggunakan senjata api tersebut untuk melawan petugas dan untuk membahayakan masyarakat. Maka kami tidak akan pernah ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas dan terukur,” tuturnya.

Walaupun dalam pelaksanaannya, Iman menegaskan jajaranya tetap berpedoman terhadap hak asasi manusia (HAM). Karena semua tindakan petugas di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum

“Kami tegaskan karena kami juga memiliki pedoman yang harus kami
pedomani di dalam pelaksanaan tugas-tugas kami di lapangan,” tuturnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melalui Tim Pemburu Begal telah berhasil menangkap dua penjahat inisial JF dan AS yang sempat viral di media sosial. Mereka saat itu dibekali senpi, ketika sedang bersembunyi di Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (19/5/2026).

Satu hari sebelumnya juga Tim Pemburu Begal berhasil menangkap delapan orang pelaku kejahatan jalanan yang kerap beraksi di sejumlah titik ruas jalan Jakarta. Salah satunya terkait jambret terhadap handphone milik warga negara asing (WNA) di Bundaran Hotel Indonesia (HI).sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: