Sering Dikritik Keras Anggota PDIP, Begini Curhat Prabowo

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:58 WIB
Presiden Prabowo (Foto/Youtube Setpres)
Presiden Prabowo (Foto/Youtube Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto curhat sering mendapatkan kritik keras dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Kritik-kritik dari kader PDIP, membuat pilu Prabowo.

Hal itu disampaikan Prabowo ketika pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 saat Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).

"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu," ucapnya.

Namun, Prabowo menyadari posisi PDIP sebagai partai di luar pemerintah ingin mengingatkan dirinya. Baginya, kritik-kritik tersebut untuk membantunya.

"Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.

"Jadi saya, saya terima kasih, saya hormati pengorbanan kalian," imbuhnya.

Menurut Prabowo, posisi PDIP di luar pemerintahan juga diperlukan sebagai penyeimbang. Maka itu, Ketum Partai Gerindra ini menyampaikan terima kasih kepada PDIP yang sering mengkritiknya.

"Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," ujarnya.

Prabowo mengaku ingin mengajak PDIP bergabung dalam pemerintahan. Baginya, lebih baik jika seluruh partai politik berada di pemerintahan. Tetapi ia juga sadar perlunya ada pengawasan dari partai di luar pemerintah.

"Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi," pungkasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: