Prabowo Dorong Industrialisasi, RI Ditargetkan Produksi Mobil hingga HP Sendiri

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:06 WIB
Kendaraan Presiden RI, Maung menjadi salah satu simbol yang paling banyak menarik perhatian di sekitar lokasi KTT.  (BeritaNasional/Elvis/HO Biro Pers Istna/Cahyo)
Kendaraan Presiden RI, Maung menjadi salah satu simbol yang paling banyak menarik perhatian di sekitar lokasi KTT. (BeritaNasional/Elvis/HO Biro Pers Istna/Cahyo)

BeritaNasional.com - Prabowo Subianto menegaskan ambisinya mempercepat industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai barang teknologi dan otomotif, mulai dari mobil, motor, televisi, komputer, hingga ponsel.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang dinilai dapat mempercepat pembiayaan pembangunan dan investasi industri dalam negeri.

“Danantara mempercepat biaya pembangunan khususnya investasi percepatan industrialisasi,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada produk luar negeri dan hanya menjadi pasar konsumsi.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil sendiri, kita harus bikin motor sendiri, kita harus bikin televisi komputer handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya dari pasar untuk pasar lain,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan, pemerintah telah mulai mengumpulkan para akademisi dan pakar untuk merumuskan langkah konkret menuju kemandirian industri nasional.

“Saya sudah kumpulkan profesor-profesor. Kita sudah kumpulkan pakar-pakar. Kita katakan pengabdianmu untuk bangsa dan mewujudkan hal ini tidak boleh kita menyerah, tidak boleh kita rasa rendah diri,” terang Prabowo.

Hilirisasi Jadi Pondasi Industrialisasi

Prabowo menambahkan, upaya industrialisasi ini sejalan dengan program hilirisasi sumber daya alam yang sudah dijalankan pemerintah. Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah tanpa pengolahan di dalam negeri.

“Industrialisasi yang dimulai hilirisasi SDA kita tidak mau SDA kita gelondongan di ekspor, nikel diolah di sini, bauksit, batu bara, turunan kita buat di sini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar menjadi negara produsen yang mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat global.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: