6 Negara Kuda Hitam di Piala Dunia 2026, Siap Pecahkan Dominasi Para Raksasa
BeritaNasional.com - Demam Piala Dunia 2026 kini mulai terasa seiring mendekatnya akhir kompetisi domestik di benua Eropa.
Atensi pencinta sepak bola sejagat akan segera tertuju pada turnamen terakbar sepanjang sejarah ini yang untuk pertama kalinya bakal melibatkan 48 negara kontestan.
Sepanjang sejarah, trofi paling bergengsi ini hanya pernah dimenangkan oleh delapan negara berbeda.
Walau peta persaingan juara diprediksi belum banyak berubah, bukan berarti turnamen musim panas ini akan sepi dari kejutan.
Format baru yang lebih gemuk justru menjanjikan drama dan tensi tinggi di setiap fase.
Selain tim-tim unggulan utama, ada enam negara kurang diunggulkan yang berpotensi besar menjadi batu sandungan bagi para raksasa dan menjelma sebagai kuda hitam.
1. Meksiko
Sebagai salah satu dari tiga tuan rumah bersama, Meksiko memiliki modal sejarah yang kuat jika tampil di depan pendukungnya sendiri.
Timnas berjuluk El Tri ini tercatat pernah menembus babak delapan besar saat menjadi tuan rumah di edisi-edisi sebelumnya.
Meski peta kekuatan di Amerika Utara mulai bergeser, skuad kali ini dinilai lebih solid karena dihuni banyak pemain pilar dari Liga MX yang sudah terbiasa dengan atmosfer dan cuaca panas setempat. Faktor dukungan masif suporter diprediksi bisa melontarkan mereka hingga ke babak perempat final.
2. Skotlandia
Setelah absen dari putaran final Piala Dunia sejak 1998, kepercayaan diri Skotlandia kembali melambung menyusul performa apik mereka di kualifikasi.
Skuad asuhan Steve Clarke ini lolos secara dramatis berkat dua gol di waktu tambahan saat melawan Denmark.
Mengandalkan kolektivitas tim serta barisan bintang yang merumput di Liga Inggris (EPL) dan Liga Italia (Serie A), termasuk gelandang Napoli, Scott McTominay, Skotlandia berpotensi merepotkan tim-tim mapan.
3. Turki
Jangan sekali-kali meremehkan Turki hanya karena mereka harus bersusah payah melewati babak play-off.
Sempat dicap sebagai kuda hitam yang gagal total pada dua edisi Euro terakhir, kini Turki datang dengan generasi baru yang segar dan lapar.
Dipimpin oleh talenta muda berbakat seperti Arda Güler dan Kenan Yildiz, performa apik di fase grup diyakini bisa menjadi batu loncatan bagi Turki untuk melangkah jauh di turnamen ini.
4. Ekuador
Jika sebagian besar pengamat menjagokan Argentina dan Brasil dari zona CONMEBOL, Ekuador adalah anomali yang mengejutkan.
Mereka lolos ke putaran final dengan status runner-up kualifikasi di bawah Argentina dan hanya menelan dua kekalahan dari total 18 laga maraton.
Di bawah komando jenderal lapangan tengah Chelsea, Moisés Caicedo, La Tri dibekali skuad yang kenyang pengalaman di Eropa dan Brasil.
Tantangan terbesar mereka adalah lolos dari grup maut yang dihuni Jerman dan Pantai Gading.
5. Mesir
Terinspirasi dari kesuksesan Maroko yang menembus semifinal pada edisi sebelumnya, Mesir kini mengusung misi serupa.
Meski memiliki catatan kurang impresif karena belum pernah memenangkan satu pun pertandingan di putaran final dalam tiga percobaan terdahulu, format baru 48 tim dirasa cocok bagi mereka.
Laga pembuka melawan Belgia akan menjadi ujian sekaligus modal penting. Terlebih, ini diyakini bakal menjadi panggung Piala Dunia terakhir bagi Mohamed Salah untuk unjuk gigi di level internasional.
6. Norwegia
Norwegia layak disematkan sebagai status kuda hitam yang paling tulen. Sama seperti Skotlandia, negara Skandinavia ini belum pernah lagi menginjakkan kaki di putaran final sejak 1998.
Namun, tahun ini harapan mereka membubung tinggi karena keberadaan predator kotak penalti, Erling Haaland.
Penyerang tajam Manchester City tersebut telah memenangkan segalanya di level klub dan kini sangat termotivasi membuktikan taringnya di level dunia. Jika sanggup lolos dari kepungan Prancis dan Senegal di fase grup, Norwegia bersama Haaland dipastikan akan menjadi momok menakutkan bagi tim mana pun.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu






