IKA SKMA Tegaskan Hutan Harus Produktif Tanpa Korbankan Keberlanjutannya
BeritaNasional.com - Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) menegaskan bahwa hutan harus produktif namun tidak mengorbankan keberlanjutannya. Sehingga, pemanfaatan kawasan hutan eksploratif dan jangka pendek harus diminimalkan. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP IKA SKMA Irwan (Fecho) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA SKMA 2026.
"Hutan harus tetap produktif, tetapi produktivitas itu tidak boleh dibangun dengan mengorbankan keberlanjutannya. Hutan harus memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara seimbang bagi generasi hari ini dan generasi mendatang," ujar Ketua Umum PP IKA SKMA dalam sambutannya di Rakernas, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, kata Irwan, Rakernas juga menyoroti pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan kawasan pelestarian alam yang berkualitas dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspek kepemimpinan juga menjadi perhatian penting dalam Rakernas, Irwan menekankan bahwa inti dari kepemimpinan adalah kemampuan mengambil keputusan.
"Kepemimpinan pada dasarnya adalah pengambilan keputusan. Keputusan harus cepat, tepat, dan berdampak. Seorang pemimpin juga harus memiliki ketegasan dalam menjalankan keputusan yang telah dipilih. Sedikit-sedikit mengubah keputusan justru menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan dapat mengurangi kepercayaan terhadap arah organisasi maupun institusi," tegas Anggota DPR RI periode 2019-2024 ini.
Kemudian, Doktor Ilmu Kehutanan ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia kehutanan sebagai faktor utama keberhasilan pembangunan sektor kehutanan di masa depan. Menurutnya, saat ini sudah waktunya alumni SKMA memperoleh ruang yang lebih luas dalam peran-peran strategis.
"Sudah saatnya alumni SKMA yang memiliki kapasitas, prestasi, dan integritas mendapatkan peran yang lebih besar dalam ruang manajerial, ruang pengambilan keputusan, dan ruang penetapan kebijakan. Masa depan kehutanan Indonesia membutuhkan SDM yang kuat, berintegritas, dan memiliki kemampuan memimpin perubahan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Indra Eksploitasia Semiawan menekankan nilai kelebihan para alumni SKMA yang adalah kuatnya jiwa korsa alumni SKMA yang menjadi karakter dan modal sosial penting dalam pembangunan sektor kehutanan nasional.
Menurutnya, di mana pun alumni SKMA berkiprah, nilai-nilai yang dibangun harus tetap sama, yakni menjadikan kehutanan sebagai orientasi pengabdian.
"Mindset atau pola pikir, pola kerja, dan pola produksi atau kemampuan menciptakan karya dari alumni SKMA harus selalu bertujuan untuk melestarikan hutan dan meningkatkan kualitas pengelolaan kehutanan Indonesia," ujarnya.
Rakernas IKA SKMA 2026 di Hotel Blue Sky, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (BeritaNasional/PP IKA SKMA)
Rakernas IKA SKMA juga kembali menegaskan manifesto organisasi yakni, "Jika Hutan Runtuh, Negara Tinggal Nama", sebagai pengingat bahwa hutan merupakan fondasi kehidupan dan masa depan bangsa. IKA SKMA memandang bahwa pembangunan kehutanan yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi dan kemitraan yang kuat dari berbagai pihak.
Dan IKA SKMA memosisikan diri sebagai mitra strategis pembangunan bidang kehutanan bagi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PERISTIWA | 18 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







