Rupiah Melemah, Kemendag Dorong UMKM Lakukan Ekspor
BeritaNasional.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk terus memanfaatkan peluang ekspor di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria mengatakan, pelemahan rupiah membuat harga barang ekspor menjadi lebih kompetitif dan murah bagi pembeli atau pasar luar negeri, sehingga dapat meningkatkan volume permintaan asing.
“Secara teoritis memang dengan pelemahan rupiah harusnya harga barang kita itu bisa lebih bersaing,” kata Ari.
Secara umum, saat mata uang domestik melemah terhadap mata uang asing utama seperti dolar AS, pendapatan yang bisa didapatkan oleh eksportir dalam bentuk rupiah akan lebih besar ketika dikonversi.
Produk ekspor yang dinilai dalam dolar AS pun menjadi lebih murah di pasar internasional, yang seharusnya berpotensi untuk mendorong permintaan lebih tinggi dari negara tujuan ekspor dan daya saingnya pun ikut meningkat.
Namun, Ari menggarisbawahi pentingnya para pengusaha dan eksportir untuk memproduksi barang-barangnya dengan menggunakan bahan baku lokal.
Hal ini ia nilai penting agar keuntungan yang nantinya diterima tidak terkoreksi besar, karena jika menggunakan bahan baku impor, yang terjadi adalah dampak sebaliknya.
“Kecuali kalau misalnya untuk produk-produk yang berbahan baku impor, mungkin akan sulit juga untuk meningkatkan ekspor, karena kenaikan harganya akan tergerus dengan kenaikan harga bahan baku impor,” kata Ari.
“Kalau ini (bahan baku) 100 persen lokal, ya, jadi mungkin harusnya bisa lebih berkembang lagi ke depan,” ujarnya.
Terkait dampak imbas pelemahan rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu belakangan ini bagi UMKM, Ari mengatakan masih belum ada pengaruh yang signifikan terasa.
“Pelemahan rupiah baru seminggu ini, ya, dampaknya belum terlihat. Mungkin kalau teman-teman melakukan kegiatan ekspor, mungkin dua bulan atau tiga bulan ke depan baru bisa kelihatan dampaknya,” katanya.
Sumber: Antara
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 14 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







