Kebakaran Hari Ini Lahap Gudang Plastik di Cengkareng, 5 Mobil Pemadam Dikerahkan

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 25 Mei 2026 | 14:11 WIB
Ilustrasi kebakaran. (Foto/freepik).
Ilustrasi kebakaran. (Foto/freepik).

BeritaNasional.com - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat bergerak cepat menjinakkan si jago merah yang kembali mengamuk di sebuah gudang plastik di kawasan Cengkareng pada Senin (25/5/2026). 

Lima unit armada pemadam dengan kekuatan 25 personel dikerahkan ke lokasi kejadian di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 6, RW 4, Kelurahan Kapuk.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat Ahmad Syaiful mengungkapkan insiden kebakaran di lokasi tersebut merupakan peristiwa kedua kalinya. 

Pekan lalu, petugas sebenarnya telah berhasil memadamkan kobaran api utama di tempat yang sama.

"Kami menerima laporan terjadi penyalaan kembali. Karena memang masih banyak tumpukan material plastik di sana," kata Ahmad Syaiful melalui keterangan resminya pada Senin (25/5/2026).

Syaiful menjelaskan, kronologi penanganan bermula ketika pihak command centre menerima laporan darurat dari salah seorang warga via telepon seluler sekitar pukul 07.30 WIB. 

Merespons aduan tersebut, tim penjinak api langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari hasil penelusuran, petugas mendapati penyalaan api di sejumlah titik," tuturnya.

Banyaknya tumpukan limbah plastik yang bersifat mudah terbakar membuat potensi munculnya bara api baru sangat tinggi. 

Alhasil, hingga pukul 12.00 WIB, puluhan petugas di lapangan terpantau masih terus berjibaku melakukan proses sterilisasi di area gudang.

Guna mempercepat proses evakuasi dan memastikan keamanan lokasi secara menyeluruh, Syaiful menambahkan pihaknya memerlukan bantuan armada tambahan berupa ekskavator untuk membongkar material yang menumpuk.

"Saat ini, prosesnya masih pendinginan. Kami sedang menunggu alat berat untuk mengurai material dan memastikan tidak ada penyalaan kembali," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: