Perbedaan Pilihan Politik Jangan Memecah Persatuan Umat

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026 | 22:28 WIB
Cendikiawan muslim Din Syamsudin bersama Wapres 10-12 Jusuf Kalla. (BeritaNasional/istimewa)
Cendikiawan muslim Din Syamsudin bersama Wapres 10-12 Jusuf Kalla. (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Cendikiawan musllim Din Syamsuddin berharap perbedaan pilihan politik dan organisasi tidak menjadi alasan untuk memecah belah persatuan umat. Pernyataan ini disampaikan Din dalam khutbah Shalat Idul Adha 1447 Hijdriah di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

"Janganlah umat ini, hanya karena perbedaan organisasi, hanya karena perbedaan paham keagamaan, hanya karena perbedaan aspirasi dan kepentingan politik, kemudian kita terjebak pada perpecahan di antara kita," ujarnya. 

Selanjutnya ia menyampaikan Indonesia memiliki banyak organisasi Islam karena itu penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurut tokoh Muhammadiyah ini,  konflik internal hanya akan membawa kegagalan bagi umat Islam. Din mengutip pesan Al-Qur'an agar umat tidak saling bertikai, karena hal itu dapat menghilangkan kewibawaan dan kekuatan umat.

"Jangan berkonflik, jangan bertikai, karena kalian akan gagal dan kewibawaan; kehebatan kalian sebagai umat Islam akan hilang," ucapnya, Rabu (27/5/2026)

Din juga berbicara tentang status Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal itu belum berbanding lurus dengan kualitas di berbagai bidang.

"Umat Islam di Indonesia dewasa ini masih menghadapi masalah besar, yaitu adanya kesenjangan antara kuantitas dan kualitas. Jumlah umat Islam yang besar, tetapi belum disertai dengan kualitas," kata Din.

Dia menyebut umat Islam saat ini masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi. Posisi umat Islam saat ini bahkan terpinggirkan.

"Namun, jika kita amati secara jujur, dalam kehidupan nasional umat Islam belum berperan, umat Islam belum menentukan, umat Islam bahkan terpinggirkan khususnya dalam bidang ekonomi," katanya.

Menanggapi berbagai perbedaan yang sering muncul di tengah masyarakat, Din mengajak umat untuk mengedepankan prinsip yang penuh toleransi. Dia menekankan bahwa dalam menghadapi perbedaan, prinsip persaudaraan harus tetap dijunjung tinggi.

Oleh karena itu, Din mengajak seluruh umat untuk bangkit menampilkan peran kebangsaannya. Dia menekankan bahwa tanggung jawab umat Islam saat ini adalah memajukan dan membebaskan Indonesia dari segala bentuk kemungkaran guna mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: