Jangan Abai! Ini Perbedaan Sakit Asam Lambung dan Maag

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 23 Juni 2026 | 08:31 WIB
Ilustrasi Maag (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi Maag (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Banyak orang sulit membedakan antara sakit maag dan asam lambung, bahkan tidak jarang kedua sakit sistem pencernaah ini sama. Padahal secara medis, maag dan penyakit asam lambung (GERD) memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dari segi lokasi gangguan maupun gejala yang ditimbulkan.

Dengan demikian memahami perbedaan keduanya sangat penting agar kita bisa menentukan penanganan yang tepat. Salah pengobatan tidak hanya membuat gejala tak kunjung reda, tetapi juga bisa memperburuk kondisi kesehatan sistem pencernaanmu dalam jangka panjang. Gangguan asam lambung yang tidak ditangani dengan benar, misalnya, dapat memicu komplikasi pada kerongkongan, sementara maag yang kronis bisa menyebabkan luka atau tukak lambung.

Berikut perbedaan mendasar maag dan asam lambung dilansir dari laman Halodoc.

1. Lokasi Gangguan dan Definisi

Maag atau dalam bahasa medis disebut gastritis adalah kondisi peradangan, iritasi, atau pengikisan pada dinding (mukosa) lambung. Sementara itu, penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) akibat melemahnya katup bawah kerongkongan (LES).

2. Gejala yang Dirasakan

Gejala utama maag biasanya terfokus di area perut, seperti nyeri ulu hati, kembung, mual, dan rasa cepat kenyang saat makan. Sedangkan gejala khas asam lambung (GERD) adalah heartburn atau sensasi terbakar di dada yang merambat hingga ke tenggorokan, serta rasa pahit atau asam di mulut (refluks).

3. Penyebab Utama

Maag sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, penggunaan obat pereda nyeri (NSAID) jangka panjang, atau konsumsi alkohol. Di sisi lain, penyakit asam lambung lebih sering dipicu oleh gaya hidup, seperti obesitas, kebiasaan langsung tidur setelah makan, merokok, dan kehamilan yang menekan area perut.

Studi Mengenai Kesehatan Pencernaan

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan antasida yang dikombinasikan dengan agen pelindung mukosa seperti alginat memberikan efikasi yang lebih tinggi dalam mengontrol gejala refluks dibandingkan antasida tunggal.

Studi tersebut menyoroti bahwa pembentukan “raft” atau lapisan pelindung di atas cairan lambung secara signifikan mengurangi frekuensi asam yang masuk ke esofagus. Hal ini memperkuat alasan mengapa produk seperti Gaviscon sangat efektif untuk penderita GERD.

Jika kamu mengalami gejala yang menetap selama lebih dari dua minggu meskipun sudah mengonsumsi obat-obatan di atas, segera lakukan pemeriksaan medis. Jangan abaikan gejala seperti berat badan turun drastis, kesulitan menelan, atau buang air besar berwarna hitam.

Untuk memudahkanmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat. Dengan layanan ini, kamu tidak perlu keluar rumah saat perut sedang terasa tidak nyaman.

Selain itu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat mengenai kondisi pencernaanmu.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: