Pemkot Bandung Dukung Rencana Presiden Reaktivasi Bandara Husein

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 28 Mei 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi reaktivasi bandara (Foto/Pinterest)
Ilustrasi reaktivasi bandara (Foto/Pinterest)

BeritaNasional.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung penuh rencana Presiden Prabowo Subianto terkait reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk kembali melayani penerbangan komersial berskala luas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan untuk mempersiapkan langkah reaktivasi tersebut.

"Kita sangat menunggu reaktivasi ini, karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dan tujuannya adalah antarkota di dalam Pulau Jawa," ujar Farhan.

Farhan menjelaskan, Presiden Prabowo telah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan kajian mendalam.

Salah satu hasil kajian awal menunjukkan adanya potensi besar bagi pertumbuhan kembali arus penerbangan di Kota Bandung.

"Kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang di tahun 2019 traffic-nya itu sekitar 3,8 juta orang, 3 juta penerbangan domestik, 800 ribu penerbangan internasional," kata dia.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan fokus pada pembenahan aksesibilitas penunjang di sekitar kawasan bandara.

Pihaknya juga berencana melakukan perbaikan infrastruktur jalan, termasuk optimalisasi jalan keluar tol menuju Bandara Husein Sastranegara melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) guna mengurai potensi kepadatan arus lalu lintas.


Selain itu, keberadaan infrastruktur jembatan layang (flyover) Nurtanio dinilai bakal memperlancar akses masyarakat menuju bandara dalam kota tersebut.

Lebih lanjut, Farhan menyebutkan spesifikasi Bandara Husein Sastranegara saat ini masih sangat memadai untuk memfasilitasi jenis pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 maupun Airbus A320.


Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: