Kemlu RI Fasilitasi Kepulangan Relawan Indonesia GSLC dari Timur Tengah

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:39 WIB
Enam relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy. (Foto/Ist)
Enam relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Pelindungan WNI memfasilitasi kepulangan enam relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC).

Sebagai informasi, GSLC merupakan bagian dari upaya kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang menyalurkan bantuan ke Palestina melalui jalur laut dan darat.

Kemlu RI menyampaikan penjemputan dilakukan di Jakarta pada 29 Mei 2026 pukul 17.35 WIB. Sementara itu, satu relawan lainnya masih berada di Istanbul untuk beberapa hari ke depan.

“Sejak awal keberangkatan, Kemlu RI termasuk KBRI Tripoli telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memantau dan memastikan keselamatan mereka,” tulis Kemlu RI dikutip Sabtu (30/5/2026).

Para relawan menempuh rute Libya - Mesir - Gaza bersama peserta dari berbagai negara, termasuk tujuh relawan Indonesia.

Dalam perjalanannya, GSLC tidak berhasil mendapatkan izin melintas di wilayah Sirte di perbatasan Libya barat-timur.

“Pada 25 dan 26 Mei 2026, KBRI Tripoli berhasil menjemput tujuh relawan Indonesia tersebut,” tuturnya.

Selama berada di Tripoli, mereka mendapat pendampingan dan ditampung di Wisma KBRI sambil menunggu proses pemulangan ke tanah air.

Para relawan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemlu RI dan perwakilan Indonesia. Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmen terhadap pelindungan WNI.

“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama,” tegas Kemlu RI.

Pemerintah juga menghargai semangat masyarakat Indonesia dalam menyalurkan bantuan ke wilayah konflik.

Meski demikian, Kemlu RI mengimbau agar aspek keselamatan dan keamanan menjadi pertimbangan utama.

“Mengingat tingginya risiko keamanan, masyarakat Indonesia yang ingin menjadi relawan diimbau untuk mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan secara matang,” tegasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: