Belum Ada Kesepakatan Final, Iran Bakal Rombak Draf Perjanjian Damai dengan AS

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 01 Juni 2026 | 10:00 WIB
Gencatan senjata AS-Iran (Beritanasional/Candra)
Gencatan senjata AS-Iran (Beritanasional/Candra)

BeritaNasional.com - Proses negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tampaknya masih berjalan dinamis dan alot. 

Pihak Iran dilaporkan bakal merombak teks draf nota kesepahaman (MoU) setelah menerima tanggapan terbaru dari Washington.

Kabar ini disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim, pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat. 

Langkah Teheran ini merupakan respons langsung atas laporan media AS sehari sebelumnya yang menyebutkan pihak Gedung Putih telah mengubah beberapa elemen dalam draf perjanjian sebelum mengirimkannya kembali ke Iran.

Mengutip sumber tepercaya yang memahami jalannya interaksi tersebut, proses ini masih cair. Iran dipastikan akan menyisipkan poin-poin amandemennya sendiri ke dalam draf kesepakatan tersebut.

"Belum ada yang final," ujar sumber tersebut yang dikutip dari Xinhua News pada Senin (1/6/2026).

Iran hanya akan menyepakati poin-poin draf yang memang disetujui bersama. Perubahan sepihak yang dilakukan oleh Amerika Serikat sama sekali tidak mencerminkan persetujuan dari pihak Teheran.

Donald Trump Minta Syarat Lebih Ketat Terkait Isu Nuklir

Di sisi lain, media AS yang mengutip pernyataan sejumlah pejabat mengungkapkan Presiden AS Donald Trump sempat melayangkan kekhawatiran terhadap beberapa poin di dalam draf.

Salah satu poin krusial yang disorot Trump adalah mengenai mekanisme pelepasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Trump kabarnya mendesak agar persyaratan di dalam MoU tersebut dibuat jauh lebih ketat, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan material nuklir milik Iran.

Akhiri Konflik Lewat Mediasi Pakistan

Sebagai informasi, Iran dan Amerika Serikat (AS) saat ini berpacu dengan waktu untuk merampungkan nota kesepahaman damai. 

Langkah diplomasi ini diambil guna mengakhiri konflik bersenjata yang pecah sejak 28 Februari lalu, yang dipicu oleh serangan gabungan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Meski tensi sempat memuncak, kedua belah pihak sebenarnya telah menyepakati komitmen gencatan senjata sementara sejak 8 April. 

Selama beberapa pekan terakhir, Washington dan Teheran terus intens bertukar usulan rencana yang menjabarkan syarat-syarat penghentian konflik, dengan dibantu oleh Pakistan yang bertindak sebagai negara mediator.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: