Prabowo: Bangsa Besar Harus Berani Ambil Keputusan Sulit

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 01 Juni 2026 | 12:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. (Foto/YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia sebagai bangsa besar harus berani mengambil keputusan sulit. Menurutnya, harus berani membela rakyat dan tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek tapi mengorbankan masa depan bangsa.

"Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita," ujarnya dalam pidato Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Prabowo menegaskan, tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Ia tidak ingin Indonesia menjadi bangsa yang tergantung kepada bangsa lain.

"Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita," ucapnya.

Prabowo lantas mengutip pernyataan proklamator Bung Karno bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri.

"Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno, pernah menganjurkan kepada kita: kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat," ungkapnya.

Dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila, menurut Prabowo, Pancasila telah mempersatukan Indonesia selama 81 tahun. Menurutnya, jika Pancasila benar-benar dijalankan di bidang politik, hukum, sosial, budaya dan ekonomi, Indonesia akan menjadi negara maju dan makmur dan dihormati bangsa-bangsa lain.

"Bangsa yang kuat karena persatuannya. Bangsa yang makmur karena keadilannya. Bangsa yang besar karena kemanusiaannya. Bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia. Bangsa yang tidak minta-minta bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain," pungkasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: