Imam Khomeini Sebut AS Setan Besar, Mojtaba Khamenei Ajak Rakyat Tolak Narasi Musuh
BeritaNasional.com - Ratusan orang berkumpul dalam peringatan haul ke-37 wafatnya pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini di Teheran pada Kamis (4/6/2026). Dalam sambutannya, cucu Imam Khomeini, Ahmad Khomeini mengutip pernyataan sang kakek bahwa Amerika Serikat (AS) adalah setan besar. Sementara Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei melalui perwakilannya menyebut bahwa pihak musuh tengah menyebarkan keraguan, ketakukan dan perpecahan.
“Imam Khomeini menyebut Amerika sebagai Setan Besar. Kita menyaksikan hal ini dalam ledakan di Sekolah Minab, dalam pengorbanan anak-anak kita, dan dalam pembunuhan bapak umat kita,” kata Ahmad Khomeini, yang dilansir dari Viory, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, rekaman video menunjukkan ratusan orang berkumpul di makam Imam Ayatollah Ruhollah Khomeini, mereka mengibarkan bendera Iran dan mengikuti upacara peringatan. Sebuah kursi peringatan untuk menghormati mendiang Khomeini juga dipajang di lokasi tersebut.
Kemudian, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Javad Haj Ali Akbari membacakan pesan dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang mengatakan bahwa musuh-musuh Iran berusaha melemahkan ketahanan publik dan memengaruhi proses pengambilan keputusan negara dengan menyebarkan keraguan, ketakutan, dan perpecahan.
“Dalam menghadapi niat jahat ini, setiap orang harus menetralisir rencana-rencana ini melalui keteguhan, kesadaran, persatuan, kekompakan, saling percaya, dan dengan menolak untuk menggemakan narasi musuh,” demikian bunyi pesan Mojtaba Khamenei.
Masih menurut Viory, ratusan ribu warga Iran dari seluruh negeri dilaporkan melakukan perjalanan ke makam Imam Khomeini untuk memperingati haul ke-27 pendiri Republik Islam Iran, yang didirikan setelah Revolusi Islam 1979. Khomeini wafat pada 3 Juni 1989, pada usia 89 tahun.
Sebagai informasi, sekitar 170 orang yang mayoritas di antaranya anak-anak, tewas dalam serangan Minab terhadap sekolah perempuan pada awal serangan terbaru AS dan Israel terhadap Iran. Iran pun menuding AS dan Israel atas serangan tersebut. Israel mengatakan tidak mengetahui adanya operasi di daerah tersebut. Lalu pada 19 Mei, Kepala Komando Pusat AS Jenderal Brad Cooper mengklaim sekolah tersebut terletak di dalam pangkalan rudal jelajah aktif.
Sumber: Viory
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







