Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Ungkap Cara Atasi Tekanan Kontra Wakil Malaysia

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:53 WIB
Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Ungkap Cara Atasi Tekanan Kontra Wakil Malaysia. (BeritaNasional/Ajeng)
Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Ungkap Cara Atasi Tekanan Kontra Wakil Malaysia. (BeritaNasional/Ajeng)

BeritaNasional.com - Kejutan besar berhasil diciptakan oleh pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Setelah sukses menumbangkan seniornya, Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani, di babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026, mereka kini langsung mengalihkan fokus penuh untuk mempersiapkan diri menghadapi partai puncak pada Minggu (7/6/2026).

Laga final turnamen level HSBC BWF World Tour Super 1000 ini bakal menjadi yang pertama dalam karier Raymond/Joaquin. Di babak penentu juara nanti, pasangan Malaysia peringkat delapan dunia, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei, sudah siap menghadang setelah sebelumnya mengandaskan perlawanan wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Menatap laga krusial tersebut, Nikolaus Joaquin tidak menampik adanya ketegangan. Namun, dibanding menjadikannya hambatan, ia memilih fokus pada bagaimana mengelola mental dan ketenangan di lapangan.

‘’Kalau terbebani, itu tuh beban sih pasti ada, pressure itu ada. Ketika kita, cara menghandel pressure itu aja,’’ kata Nikolaus Joaquin saat konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Bicara soal persiapan teknis, Joaquin menegaskan tidak akan mengubah pola pendekatan bertanding mereka. Ia dan Raymond bertekad untuk kembali tampil tanpa beban dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya sejak awal gim, sembari mengharapkan gemuruh dukungan dari publik Istora Senayan.

‘’Jadi ya sama sih seperti sebelumnya, kita akan mencoba main all out. Gimana cara kita melawan mereka, dan itu juga meminta dukungannya buat para badminton lovers. semoga datang langsung buat kita besok,’’ tambah Joaquin.

Keyakinan Raymond/Joaquin menjelang laga final ini jelas bukan tanpa alasan. Di babak semifinal, mereka tampil luar biasa dengan menyudahi perlawanan ketat Sabar/Reza dua gim langsung, 21-15 dan 21-18.

Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit di gim kedua hingga skor kembar 16-16, kecepatan permainan no lob yang menjadi andalan Raymond/Joaquin terbukti ampuh meredam kematangan sang senior. Kemenangan ini sekaligus membuat mereka unggul 2-1 dalam rekor pertemuan dengan Sabar/Reza.

Mentalitas pantang menyerah dan kemampuan memanfaatkan momentum inilah yang menjadi modal berharga mereka untuk menantang Nur Izzuddin/Goh Sze Fei besok.

“Tadi pertandingannya menurut saya luar biasa bisa melawan Mas Reza dan a Iboy. Di game kedua poinnya memang cukup ketat, sampai 16 sama, tapi saya terus yakini diri saya kalau ini kesempatan, kapan lagi kan kesempatan mungkin enggak datang dua kali. Jadi saya terus yakin sama diri sendiri kalau saya itu bisa, dan Puji Tuhan bisa menang,” ungkap Joaquin.

(Rep/Ajeng)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: