Prabowo Dengarkan Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Ada yang Sempat Putus Sekolah Dua Tahun
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mendengarkan langsung kisah para siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, saat berkunjung ke sekolah tersebut pada Minggu (7/6/2026).
Dalam kesempatan itu, para siswa menyampaikan pengalaman hidup, harapan, hingga rasa terima kasih atas program Sekolah Rakyat yang memberikan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Salah seorang calon siswa, Bagus, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Sekolah Rakyat. Di hadapan Presiden, ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan pendidikan yang diberikan melalui program tersebut.
“Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini,” kata Bagus.
“Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali, Bapak Presiden,” tambahnya.
Dalam kunjungan itu, Prabowo juga menyaksikan perkembangan kemampuan membaca seorang siswa bernama Rizky. Rizky mengaku belum bisa membaca saat masih bersekolah di tingkat dasar, namun kini mampu membaca lancar setelah mendapat pendampingan di Sekolah Rakyat.
“Saya pas SD itu tidak bisa membaca. Setelah masuk Sekolah Rakyat, saya diajarkan oleh guru, wali asuh, dan wali asrama sampai akhirnya saya bisa membaca dengan lancar,” kata Rizky.
Sementara itu, calon siswa Kadek Dewi Lestari bersama ibunya, Ni Nyoman Martini, juga menyampaikan rasa syukur karena memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Terima kasih Bapak. Terima kasih Pak, anak saya sudah mau masuk sekolah,” tutur Martini.
Prabowo kemudian berbincang dengan Kadek yang bercita-cita menjadi guru penari. Kepala Negara berpesan agar ia belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-citanya.
“Belajar yang baik ya,” pesan Kepala Negara.
Selain itu, Presiden turut mendengarkan kisah Ni Kadek Aryani, remaja 15 tahun yang mengaku sempat berhenti sekolah selama dua tahun setelah lulus sekolah dasar karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Saya kepingin sekali dari dulu sekolah. Saya sudah tamat SD. Dua tahun tidak sekolah. Kemudian ada pihak sekolah yang datang ke rumah dan meminta saya untuk kembali bersekolah,” ungkap Ni Kadek Aryani.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Saya berterima kasih sekali kepada Bapak Prabowo yang telah membuat sekolah ini,” ujarnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






