KASAD Sebut Begal Takut Prajurit TNI

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 10 Juni 2026 | 16:02 WIB
Kantor Koramil di Jakarta Barat membuka posko pengaduan korban begal. (BeritaNasional/Ami)
Kantor Koramil di Jakarta Barat membuka posko pengaduan korban begal. (BeritaNasional/Ami)

BeritaNasional.com -  Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membantah informasi prajurit TNI ikut terlibat menangani masalah begal sampai pertanian.

Prajurit TNI tidak secara khusus ditugaskan untuk mengurus masalah begal. Namun, Maruli mengatakan, kehadiran prajurit TNI di lapangan membuat para begal takut.

"Enggak, siapa yang ngurus begal? Enggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin," ujar Maruli di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Maruli menuturkan, kehadiran TNI mencegah tindak kriminal terjadi secara situasional. Kehadiran TNI di titik rawan membuat pelaku kejahatan menguburkan niatnya.

"Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, liat tentara, nggak jadi. Kayak gitu," ucapnya.

Sementara itu, TNI saat ini fokus membantu Kementerian/Lembaga di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). TNI membantu proyek yang secara logistik mengalami kendala dan anggaran terbatas.

Ia mencontohkan proyek pembangunan di pulau terpencil seperti Pulau Nias. Misalnya proyek senilai Rp200 juta namun membutuhkan biaya transportasi dan logistik sangat besar karena lokasi sulit dijangkau. Sehingga membuat kontraktor atau swasta tidak ingin mengambil pekerjaan tersebut.

"Mungkin sulit mencari siapa yang mendapatkan project-nya, ya coba kita bantu. Jadi bukannya project itu diambil duluan baru kita milih, enggak. Yang tidak bisa dilakukan (pihak lain), baru kita lakukan," papar Maruli.

TNI tidak bermaksud mengambil alih peran Kementerian/Lembaga lain, tetapi menajdi solusi bagi kendala jangkauan infrastruktur dan transportasi. 

"Kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian. Sebentar lagi ada kegiatan kita di pulau-pulau terluar, nanti kita coba dengar beritanya," pungkasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: