Inflasi Beras Terjaga, Pemerintah Daerah Diminta Terus Gencarkan Gerakan Pangan Murah
BeritaNasional.com - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan bersama pemerintah daerah.
Langkah ini tetap diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di seluruh Indonesia meskipun inflasi beras terjaga dengan baik dalam dua tahun terakhir.
"Kita syukuri beras tak lagi menjadi penyumbang utama (inflasi) 2 tahun terakhir. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Mendagri (Tito Karnavian) atas support-nya selama ini," kata Amran dalam rapat pengendalian inflasi sebagaimana keterangannya yang dikutip dari Antara pada Rabu (17/6/2026) .
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi beras secara bulanan menunjukkan tren yang stabil dan tidak mengalami gejolak berarti selama dua tahun ke belakang.
Lonjakan inflasi beras terakhir yang cukup tinggi terjadi pada Mei 2024, yakni sebesar 3,59 persen.
Setelah periode tersebut, angka inflasi beras selalu berada di posisi yang lebih rendah dan stabil.
Meski sempat berfluktuasi pada Juli 2025, angkanya hanya menyentuh 1,35 persen. Sementara itu, data terbaru pada Mei 2026 menunjukkan inflasi beras berada di angka yang sangat rendah, yaitu 0,38 persen.
Dorong Pemda Aktifkan Pasar Murah untuk Bantu Peternak
Guna memastikan stabilitas harga beras di tingkat konsumen tetap terjaga, Amran menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk masif menggelar pasar murah.
Program ini diharapkan tidak hanya fokus pada komoditas beras, tetapi juga mampu mendongkrak harga telur dan daging ayam yang saat ini posisinya sedang anjlok di tingkat peternak.
"Kami mohon seluruh gubernur, bupati, wali kota seluruh Indonesia, kalau perlu dengan Bulog, kita aktifkan pasar murah. Beras, ayam, telur. Kalau ayam dengan telur, ini terendah, sangat murah. Kalau bisa, Bulog membantu dan juga ID Food dengan pasar murah supaya menjadi 'offtaker' dari telur dan ayam," ujar Amran.
GPM yang diinisiasi Bapanas bersama pemda ini tercatat sudah terlaksana sebanyak 5.308 kali di 37 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota sepanjang Januari hingga awal Juni tahun ini. Pemerintah memastikan GPM akan terus bergulir secara berkelanjutan tanpa jeda.
Rendahnya tingkat inflasi beras di pasar ternyata tidak serta-merta menjatuhkan kesejahteraan para petani.
Data BPS justru mencatat indeks Nilai Tukar Petani (NTP) secara umum pada Mei 2026 berhasil meraih angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, yaitu di level 127,73.
Peningkatan tajam juga terlihat pada indeks NTP Tanpa Perikanan yang melesat hingga menyentuh angka 128,49 pada Mei 2026. Angka ini memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang sempat diraih pada Desember 2025 di level 126,11.
Kondisi positif ini turut dirasakan di sektor tanaman pangan. Indeks NTP Subsektor Tanaman Pangan pada Mei berada di angka 113,79, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun 2026.
Secara lebih spesifik, indeks harga yang diterima oleh petani padi pada Mei 2026 juga bergerak positif ke angka 147,97, menjadikannya rekor tertinggi dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





