Cak Imin Sebut PBNU Alami Kemunduran di Era Gus Yahya

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 22 Juni 2026 | 14:50 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya (kiri) bersama Sekjen PBNU H. Amin Said Husni (3/12/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya (kiri) bersama Sekjen PBNU H. Amin Said Husni (3/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai PBNU di era kepemimpinan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengalami kemunduran paling besar dibanding periode sebelumnya. Ia mendorong adanya perubahan menyeluruh, terutama menjelang Muktamar PBNU.

"Ya, dari awal kita melihat begini ya, begini, ini, ini, ngomong jujur ya. PBNU periode ini merupakan yang paling mundur dibanding yang lain. Oke? Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Cak Imin, sebagai kader NU, menilai perlu ada perbaikan manajemen secara menyeluruh di tubuh PBNU. Menurutnya, kepengurusan saat ini paling buruk dibanding periode sebelumnya.

"Kenapa saya berani ngomong? Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan Pengurus Besar NU. Ini sebagai bentuk kecintaan saya sebagai kader agar terjadi perubahan manajemen secara menyeluruh," ujarnya.

"Supaya tidak ada lagi kesimpulan bahwa periode ini merupakan periode yang paling gagal dibanding periode-periode yang lain. Supaya disadari ada perbaikan. Saya ngomong," lanjut Cak Imin.

Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menegaskan kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai kader NU atas kondisi organisasi belakangan ini.

"Bukan karena saya politisi, bukan. Karena saya adalah kader yang ingin ikut bertanggung jawab," pungkasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: