Warga Terkonfirmasi Ebola di Kongo Tembus 1.048 Kasus
BeritaNasional.com - Penyebaran virus Ebola di Republik Demokratik (DR) Kongo kian mengkhawatirkan. Otoritas kesehatan setempat dalam laporan terbaru yang dirilis pada Senin (22/6/2026) mengumumkan jumlah kasus yang terkonfirmasi kini melonjak hingga 1.048 kasus.
Dari total kasus tersebut, angka kematian yang disebabkan oleh virus mematikan ini telah mencapai 267 jiwa.
Dilansir dari Xinhua News pada Selasa (23/6/2026), pihak berwenang di Kongo mencatat tingkat kematian kasus secara keseluruhan kini berada di angka 25,5 persen.
Perincian Data Pasien dan Kasus Suspek
Pemerintah DRC terus melakukan pemantauan ketat terhadap ratusan pasien yang diduga dan telah terjangkit virus. Berikut rincian kondisi penanganan medis di lapangan:
Sebanyak 371 pasien saat ini tengah berada dalam ruang isolasi atau sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebanyak 112 orang dinyatakan telah berhasil pulih dari infeksi.
Tim medis juga tengah mengidentifikasi 202 kasus yang diduga kuat (suspect) sebagai Ebola, di mana 60 di antaranya telah dilaporkan meninggal dunia.
Dalam laporan resminya, otoritas kesehatan menekankan bahwa grafik jumlah kasus yang terkonfirmasi terus merangkak naik dari minggu ke minggu.
Fenomena ini menjadi indikasi kuat adanya aktivitas penularan di tingkat komunitas yang masih berjalan secara masif.
Pemerintah juga mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi perluasan wilayah sebaran geografis virus yang bisa terjadi dalam waktu cepat.
Hal ini dikhawatirkan bakal menjadi kenyataan jika langkah-langkah darurat kesehatan masyarakat tidak segera diimplementasikan secara tegas di lapangan.
Sebagai informasi, wabah yang melanda DR Kongo kali ini dipicu oleh virus Ebola varian Bundibugyo.
Status darurat wabah ini sendiri telah resmi diumumkan Kementerian Kesehatan Kongo sejak 15 Mei 2026.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






