Rusia Mulai Batasi Penjualan BBM, Ini Alasannya
BeritaNasional.com - Saat ini Rusia memutuskan untuk membatasi penjualan bahan bakar di beberapa wilayah di tengah tingginya permintaan.
Gubernur Wilayah Saratov, Roman Busargin mengatakan, saat ini penjualan bensin kepada pelanggan akan dibatasi sementara hingga 30 liter (7,9 galon) per kendaraan mulai 23 Juni hingga 30 Juni.
"Kebijakan ini dilakukan guna menekan kemungkinan spekulasi di pasar bahan bakar," katanya.
Di wilayah Omsk, otoritas lokal juga memberlakukan pembatasan penjualan bensin dan solar di SPBU.
"Kami berupaya mencegah lonjakan permintaan BBM akibat kepentingan tertentu dan spekulasi," kata Gubernur setempat Vitaly Khotsenko di Telegram.
Di bawah pembatasan tersebut, bahan bakar hanya dapat diisi langsung ke tangki kendaraan. Pembelian BBM dibatasi hingga 40 liter (10,5 galon) bensin dan 80 liter (21 galon) solar per kendaraan.
"Di SPBU jalan raya, batasnya adalah 40 liter bensin dan 200 liter (52,8 galon) bahan bakar diesel. Namun pembatasan ini tidak berlaku untuk LPG ," ujar Khotsenko.
Di wilayah Voronezh, pembatasan sementara telah diberlakukan di SPBU Lukoil mulai 23 Juni.
Menurut otoritas lokal, batas pembelian adalah 30 liter bensin dan 60 liter bahan bakar diesel per kendaraan, sedangkan di SPBU jalan raya batasnya adalah 60 liter (15,8 galon) bensin dan 200 liter bahan bakar diesel.
Kebijakan ini dilakukan karena serangan drone Ukraina baru-baru ini terhadap kilang minyak Rusia. Akibatnya sejumlah fasilitas kilang minyak ditutup untuk pemeliharaan.
Hal ini mendorong Rusia secara berkala memberlakukan pembatasan yang bertujuan untuk menstabilkan pasar bahan bakar domestik.
Sumber: Antara

EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 16 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







