Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar-bayar Demo!

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Gorontalo. (BeritaNasional/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Gorontalo. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto mengetahui berbagai pihak yang mendanai aksi demonstrasi. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Prabowo kemudian memperingatkan pihak yang disebutnya memberikan dana untuk membiayai aksi demonstrasi tersebut. Secara rinci ia menyebut sudah mengantongi identitas pihak yang dimaksud.

"Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut sejumlah demonstran menerima bayaran untuk melakukan aksi.

Menurut dia, ada peserta aksi yang tidak mengetahui tujuan demonstrasi yang diikutinya.

"Tapi enggak apa-apa, yang pada mau demo, ditanya, ditanya anak-anak demo (mereka yang demo dan dibayar) enggak ngerti. Mau demo apa ya, hmm, kami dibayar Rp200.000 gitu ya," ungkapnya.

Prabowo mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dalam mendukung Indonesia menghadapi persaingan dengan negara lain

Ia mengibaratkan dukungan terhadap pemerintah seperti suporter dalam pertandingan sepak bola.

"Saudara-saudara, kita ini kalau merasa kita dalam pertandingan gitu ya, kita jadi suporter kan, kita dukung satu tim. Ayo maju maju maju. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak," terangnya.

Menurut Prabowo, kritik tetap dapat diberikan, namun tidak dilakukan ketika proses perjuangan masih berlangsung.

"Kalau ada yang kurang, temen yang kurang, tim kita lagi main ya, mainnya kurang bagus ya tetap di-supporter ya. Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi," paparnya.

"Teman sendiri. Kesebelasan sendiri. Jadi kayaknya kita tuh tidak bangga dengan apa yang dihasilkan oleh bangsa sendiri," tambah dia menandasi

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: