Hadapi Ketidakpastian Global, Pemerintah Sepakat Jaga Kestabilan Makro Ekonomi Jangka Pendek
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyebut kondisi ekonomi kita secara fundamental cukup baik namun menghadapi pelemahan rupiah lebih dari mata uang rekanan (peer).
Hal ini mendorong pemerintah untuk mewaspadai keyakinan (confidence) kepercayaan (trust) isu yang tidak lepas dari kebijakan yang diambil oleh lembaga yang secara teknis bertanggung jawab.
"Kondisi ekonomi Indonesia secara fundamental cukup baik namun kita memang menghadapi pelemahan rupiah lebih dari peer kita. Berarti kita juga harus mewaswadai isu confidence dan trust dan itu tidak lepas dari kebijakan-kebijakan yang akan diambil masing-masing lembaga secara teknis yang bertanggung jawab melakukan itu," jelasnya.
Mari yang memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat koordinasi (rakor) tentang penguatan fiskal dan moneter bersama pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad, juga menyampaikan kesepakatan yang dicapai dalam rakor yakni menjaga kestabilan makro ekonomi dalam jangka pendek.
"Dalam pembahasan dengan lembaga yang hadir bahwa sepakat kita semua hadapi keadaan global yang tidak pasti. Dan yang penting sebuah negara merespon terhadap kondisi global yang tidak pasti itu," terangnya, Senin (29/6/2026).
Dampak ketidakstabilan global seperti harga minyak meningkat serta inflasi juga daya beli masyarakat yang melemah, harus menjadi prioritas pemerintah menjaga kestabilan makro.
"Apa langkah-langkah yang harus dilakukan bagi dari segi fiskal dan moneter dan koordinasi antara keduanya itulah yang kita bahas," tukasnya. 
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







