Kapolri Paparkan Dukungan Polri untuk Program Swasembada Pangan di HUT Bhayangkara

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:56 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melaporkan upaya dari Polri untuk mendukung program swasembada pangan yang sedang digalakkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Sigit dihadapan Presiden Prabowo Subianto saat acara Puncak HUT Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob Polri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (1/7/2026). 

"Menghadapi tantangan tersebut, Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan,” kata Sigit saat pidato.

Menurut Sigit, dukungan swasembada pangan dilakukan Korps Bhayangkara melalui beberapa program yang telah berjalan mulai dari pemanfaatan lahan sampai dukungan distribusi bantuan kepada petani.

"Dalam mewujudkan swasembada pangan, Polri terus melaksanakan Program Pemanfaatan Lahan Produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat bagi para petani," beber Sigit. 

Dilanjutkan Sigit, Polri telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), stakeholder terkait, dan 30.548 Poktan, untuk keberlanjutan komoditas jagung di lahan seluas 1,37 juta Ha. 

Termasuk memfasilitasi 30 Poktan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 Ha, dengan hasil panen mencapai 18.960 ton. 

"Sejak tahun 2025 hingga Kuartal II 2026, telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton (Jagung). Kami juga memperluas wilayah tanam di Kab. Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus," tutur Sigit. 

Selain itu, Sigit menyampaikan Polri juga turut membantu para petani dalam inovasi penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik Presisi berbahan eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang.

"Serta pengembangan pupuk Presisi berbasis batu bara yang dapat menaikkan PH tanah sekaligus merestorasi unsur hara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri,” ucapnya.

“Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan," tambah dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: