Keir Starmer Minta Maaf atas Skandal Adopsi Paksa di Masa Lalu

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 03 Juli 2026 | 03:00 WIB
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. (Foto/Gov.uk)
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. (Foto/Gov.uk)

BeritaNasional.com - Politikus Inggris Keir Starmer menyampaikan permohonan maaf resmi atas nama negara terkait skandal adopsi paksa yang terjadi secara historis di masa lalu. 

Praktik kelam ini diketahui telah memisahkan puluhan ribu ibu yang belum menikah dari bayi kandung mereka secara paksa.

Diperkirakan, ada sekitar 185 ribu anak di Inggris dan Wales yang diadopsi sepanjang tahun 1949 hingga 1976. 

Pada era tersebut, kehamilan di luar nikah membawa stigma sosial yang sangat kuat di masyarakat. 

Akibatnya, banyak ibu, bahkan beberapa di antaranya masih berusia remaja,  mendapat tekanan hebat atau dipaksa menyerahkan anak-anak mereka, padahal mereka sangat ingin membesarkannya.

"Apa yang terjadi pada mereka, serta pada puluhan ribu ibu, anak-anak, dan keluarga, seharusnya tidak pernah terjadi. Itu adalah noda dalam sejarah kita," tegasnya di hadapan parlemen Inggris yang dikutip dari Xinhua News pada Kamis (2/7/2026).

Pria yang kini masih menjabat perdana menteri Inggris setelah mundur pada 22 Juni 2026 ini mengungkapkan praktik adopsi paksa ini bukanlah kasus terisolasi atau sekadar kebetulan. 

Menurut dia, tindakan tidak manusiawi ini justru tertanam erat dalam sistem yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi sukarela, lembaga berbasis agama, hingga layanan kesehatan dan sosial, termasuk bagian dari institusi yang kini menjadi Layanan Kesehatan Nasional (NHS).

Pemerintah Inggris saat ini mengakui rezim pemerintahan di masa lalu telah mendanai, memfasilitasi, dan bergantung pada sistem adopsi yang tidak diawasi dengan benar.

Negara dinilai gagal mencegah dampak buruk yang berkelanjutan serta tidak berbuat cukup untuk melindungi keluarga-keluarga tersebut.

"Atas nama seluruh negeri, saya sampaikan kepada setiap orang yang terdampak. Kami sangat dan sungguh-sungguh menyesal," ujar Starmer.

Lebih lanjut, Starmer menegaskan rasa malu akibat masa lalu itu sama sekali bukan milik para ibu atau anak-anak yang diadopsi, melainkan tanggung jawab penuh negara dan lembaga yang terlibat.

Dampak psikologis dari skandal ini sangat masif. Banyak anak adopsi tumbuh dewasa dengan perasaan bahwa mereka tidak diinginkan. Sementara itu, para ibu harus memendam rasa kehilangan, bersalah, dan trauma mendalam selama berdekade-dekade.

Tak hanya meminta maaf, Starmer juga menyoroti rumitnya birokrasi yang masih dihadapi para korban hingga hari ini saat mencoba melacak keluarga biologis mereka.

Banyak dokumen sejarah yang dilaporkan hilang, diubah, atau sengaja dibuat sulit diakses, hingga membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk diproses.

Langkah permohonan maaf dari Starmer ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komite Gabungan Hak Asasi Manusia Parlemen Inggris pada 2022.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: