Sebanyak 218 Ribu Penumpang Kereta Api Manfaatkan Subsidi Libur Sekolah

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 09 Juli 2026 | 20:30 WIB
Perjalanan kereta api  (Foto/KAI)
Perjalanan kereta api (Foto/KAI)

BeritaNasional.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 218.208 pelanggan memanfaatkan program subsidi tarif sebesar 30 persen, yang diberi pemerintah selama periode libur sekolah, 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan, efektivitas program stimulus transportasi dalam meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi massal.

"Program diskon tarif 30 persen ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bepergian dengan lebih hemat, aman, dan nyaman selama libur sekolah. Kereta api jadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan efisiensi waktu dan nilai ekonomis yang baik," kata Feni.

Menurut data operasional Daop 6, puncak volume penumpang yang memanfaatkan tarif diskon terjadi pada Minggu (5/7) dengan total mencapai 17.664 pelanggan. 

Angka tersebut didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat yang berlibur bersama keluarga di akhir masa libur sekolah.

Selain itu, KAI Daop 6 juga mencatat volume penumpang tinggi pada beberapa tanggal lainnya, yakni 28 Juni sebanyak 16.268 pelanggan, 4 Juli sebanyak 15.671 pelanggan, 3 Juli sebanyak 15.074 pelanggan, 2 Juli sebanyak 14.063 pelanggan, dan 21 Juni sebanyak 14.024 pelanggan.

Feni mengatakan, meningkatnya penggunaan kereta api sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Dengan naik kereta api, masyarakat turut berkontribusi mengurangi emisi karbon. KAI juga terus menghadirkan fasilitas pendukung gaya hidup berkelanjutan, seperti water station (air minum isi ulang) untuk mengurangi sampah plastik, serta digitalisasi layanan melalui aplikasi Access by KAI," katanya.

Sumber: Antara


 

 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: