Pierluigi Collina Pasang Badan Bela Wasit Argentina vs Mesir

Oleh: Tarmizi Hamdi
Kamis, 09 Juli 2026 | 22:30 WIB
Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina. (Foto/FIFA.com)
Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina. (Foto/FIFA.com)

BeritaNasional.com - Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina akhirnya angkat bicara demi membela kualitas dan integritas jajaran korps baju hitam di Piala Dunia 2026. 

Mantan wasit legendaris asal Italia tersebut menegaskan seluruh pengadil lapangan bekerja secara independen dan bebas dari segala bentuk intervensi maupun tekanan pihak luar.

Langkah Collina mengeluarkan pernyataan resmi ini dipicu oleh gelombang protes yang memanas terkait performa wasit sepanjang turnamen di Amerika Utara tersebut. 

Berbagai insiden krusial, mulai hujan kartu merah hingga tuduhan adanya pengaruh eksternal, sempat membayangi jalannya kompetisi.

Salah satu rumor yang paling menyita perhatian adalah pembatalan kartu merah pemain Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun. 

Keputusan kontroversial itu dianulir tak lama setelah Presiden Donald Trump dilaporkan melakukan panggilan telepon langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Selain itu, kubu Mesir juga melayangkan protes keras menyusul kekalahan 2-3 dari Argentina di babak 16 besar. 

Mesir merasa dirugikan setelah gol yang seharusnya bisa membuat unggul tiga gol di babak kedua justru dianulir oleh wasit.

Melalui wawancara resmi yang dirilis di situs web FIFA, Collina menyatakan kepuasannya terhadap kinerja perwasitan secara keseluruhan. Ia mengingatkan publik bahwa beban kerja wasit kali ini jauh lebih berat.

"Kita harus paham bahwa saat ini jumlah pertandingan yang dimainkan sudah 50 persen lebih banyak daripada Piala Dunia FIFA Qatar 2022," ujar Collina. 

"Secara keseluruhan kami puas. Dengan banyaknya laga dalam waktu singkat, wajar jika ada hal yang tidak sesuai harapan. Namun, para wasit selalu siap mengevaluasi diri demi pertandingan berikutnya," papar pria asal Italia ini.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Perwasitan FIFA sejak 2017 ini juga mengecam keras tuduhan tanpa bukti yang bisa membahayakan keselamatan para wasit.

"Diskusi konstruktif selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tidak berdasar tidak punya tempat di olahraga ini. Menuduh integritas wasit bisa memicu reaksi ekstrem yang mengancam keselamatan mereka dan keluarga mereka," kata Collina.

Secara tegas, ia membantah isu adanya intervensi politik atau internal. "Tidak ada yang bisa memengaruhi wasit FIFA, bahkan Presiden FIFA [Gianni Infantino] sekalipun. Beliau selalu mendukung penuh independensi kami."

Guna meredam spekulasi, Collina membedah secara spesifik alasan di balik keputusan kontroversial dalam laga sengit Argentina melawan Mesir.

Terkait gol Mesir yang dianulir, Collina menjelaskan bahwa Asisten Wasit Video (VAR) selalu memeriksa Fase Penguasaan Bola Menyerang (Attacking Possession Phase/APP) sebelum gol disahkan. 

Jika ditemukan pelanggaran yang mengawali proses terciptanya gol, VAR wajib merekomendasikan peninjauan di lapangan (on-field review) tanpa batasan waktu maupun jarak dari gawang.

"Dalam laga Argentina vs Mesir, pemain Mesir nomor 19, Marwan Attia, terlihat jelas menginjak kaki pemain Argentina nomor 6, Lisandro Martínez," jelas Collina. 

"Bagi kami, pelanggaran tetaplah pelanggaran. Jika wasit di lapangan luput melihatnya, VAR berhak mengintervensi," lanjutnya.

Di sisi lain, Collina juga menjelaskan insiden di menit-menit akhir pertandingan yang melibatkan bintang Mesir, Mohamed Salah, dan penyerang Argentina, Julián Alvarez. 

Pada momen tersebut, bek Argentina dianggap menyentuh bola terlebih dahulu sebelum terjadi kontak fisik.

Wasit dan VAR menilai hal itu sebagai kontak normal dalam sepak bola, sehingga tidak ada pelanggaran yang diberikan.

"Tentu saja, akan selalu ada unsur subjektivitas dalam beberapa keputusan. Namun, kami sangat puas dengan bagaimana prinsip-prinsip ini telah diterapkan di sepanjang turnamen," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: