Ramai Diperdebatkan, Ini Kata Ketua Komite Wasit PSSI soal Gol Dewa United ke Gawang Persib
BeritaNasional.com - Kontroversi gol pembuka Dewa United Banten FC saat menghadapi Persib Bandung dalam pekan ke-28 Super League 2025/2026 kembali memicu perdebatan soal penggunaan Video Assistant Referee (VAR).
Gol yang dicetak Alex Martins menjadi sorotan karena prosesnya diawali dari situasi yang dianggap kontroversial. Sebelum bola sampai ke Martins, bola yang dikejar Alexis Messidoro dinilai sebagian pemain Persib sudah keluar lapangan. Hal itu membuat para pemain Persib sempat berhenti dan bersikap pasif, sementara Messidoro tetap melanjutkan permainan hingga memberikan umpan yang berujung gol.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan bahwa dalam kasus tersebut VAR tidak dapat melakukan intervensi karena keterbatasan jumlah kamera yang tersedia.
"Sebenarnya kamera garis gawang tidak wajib dalam penggunaan VAR. Tapi kalau ada, tentu akan jauh lebih baik," kata Ogawa dilansir dari Antara, Jumat (24/4/2026).
"Kami tidak bisa memaksakan kepada liga profesional. Namun ke depan, jika ada dua kamera di garis gawang, itu akan membuat keputusan lebih adil bagi semua pihak dalam sepak bola. Tapi posisi kami harus memahami kondisi saat ini. Kami harus mengelola kondisi yang ada," tambah Ogawa.
Menurut Ogawa, jumlah kamera VAR di kompetisi domestik saat ini masih terbatas, yakni hanya 13 titik. Angka tersebut jauh berbeda dibandingkan penggunaan VAR di Piala Dunia FIFA 2022 yang mencapai sekitar 50 kamera.
Keterbatasan sudut pandang ini, lanjutnya, membuat tim VAR kesulitan memastikan secara pasti apakah bola sudah keluar lapangan atau belum dalam situasi tertentu.
Ogawa kemudian membandingkan insiden tersebut dengan kejadian serupa saat Jepang mengalahkan Spanyol 2-1 di fase grup Piala Dunia 2022. Kala itu, bola yang diterima Kaoru Mitoma sempat terlihat keluar, namun dari sudut kamera lain terbukti masih menyentuh garis lapangan sehingga gol tetap disahkan.
"Kejadian ini sama seperti waktu Jepang di Piala Dunia 2022," jelas Ogawa.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keputusan wasit dalam laga Dewa United melawan Persib sudah sesuai prosedur. Wasit tetap melanjutkan permainan setelah mendapat informasi dari asisten wasit bahwa bola belum sepenuhnya keluar.
"Jika wasit atau asisten wasit sudah berusaha mengambil posisi terbaik dan melihat situasi, jika 100 persen yakin bola keluar, maka harus memberi sinyal. Namun jika tidak 100 persen yakin, keputusan di lapangan harus dipertahankan. Kemudian VAR akan mengecek," jelas pria asal Jepang tersebut.
"Jika VAR tidak menemukan bukti 100 persen bola keluar atau masuk, maka keputusan awal harus tetap dipertahankan. Jika ada bukti 100 persen, barulah direkomendasikan perubahan," tambah dia.
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya peningkatan kualitas teknologi VAR di kompetisi domestik guna meminimalkan polemik serupa di masa mendatang.
Sumber: Antara
BUDAYA | 22 jam yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 22 jam yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







